METRO – Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) resmi membuka Masa Ta’aruf Mahasiswa (MASTAMA) Tahun 2026 khusus jenjang Pascasarjana, Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), dan Kelas B/Non-Reguler. Bertempat di Aula Gedung K.H. Mansoer Kampus 3 UM Metro Sabtu (26/09/2026), agenda strategis ini mengusung tajuk utama “Bersama UM Metro: Wujudkan Generasi Unggul, Profesional, dan Berdampak.”
Momen transisi akademik ini dihadiri jajaran pimpinan universitas, meliputi Rektor, para Wakil Rektor, Ketua Badan Pembina Harian (BPH), Guru Besar, Direktur Pascasarjana, Direktur Vokasi, para Dekan, Ketua Program Studi S2 & S1, serta seluruh jajaran Panitia MASTAMA 2026.
Dalam laporan pembukanya, Ketua Panitia MASTAMA 2026, Mustika, M.Kom., menegaskan bahwa tema yang diusung bukan sekadar slogan, melainkan komitmen moral. Pendidikan tinggi di UM Metro dirancang bukan hanya sebagai arena berburu gelar, melainkan kawah candradimuka untuk mengasah kompetensi yang memberikan kebaikan nyata bagi publik.
Mustika memaparkan komposisi 280 peserta MASTAMA 2026 yang terbagi ke dalam beberapa moda jalur masuk: Program Pascasarjana: 106 mahasiswa, Program RPL: 150 mahasiswa Kelas B / Non-Reguler (Karyawan): 22 mahasiswa dan Program Konversi: 2 mahasiswa. Secara teknis, sebanyak 226 mahasiswa hadir secara luring dan 54 mahasiswa bergabung secara daring.

“MASTAMA adalah ruang awal untuk menginternalisasi sistem pembelajaran, layanan, dan budaya ilmiah di UM Metro. Keberagaman latar belakang profesional seluruh peserta justru menjadi modal sosial yang sangat kaya untuk menciptakan iklim akademik yang dinamis, interaktif, dan kolaboratif,” paparnya.
Rektor UM Metro, Dr. Nyoto Suseno, M.Si., memberikan orasi pembuka yang menggugah. Beliau menyoroti rekam jejak historis pendirian UM Metro sejak tahun 1966 oleh para tokoh perintis. Warisan sejarah tersebut membawa mandat besar agar setiap aktivitas akademik bernilai amal jariyah dan berdampak langsung pada kemajuan masyarakat.
Dalam pengarahannya, Rektor menekankan tiga poin krusial bagi para mahasiswa baru:
Inklusivitas Lintas Batas: UM Metro menegaskan posisinya sebagai kawah candradimuka yang terbuka bagi siapa saja—tanpa memandang latar belakang suku maupun agama—untuk bertumbuh, belajar, dan berkolaborasi secara setara.
Substansi di Atas Formalitas (Beyond the Degree): Mahasiswa diimbau untuk tidak menempatkan gelar akademik sebagai tujuan akhir. Gelar hanyalah kualifikasi administratif, sementara esensi utama terletak pada peningkatan kapasitas personal (value-added) dan kedalaman ilmu.
Penyelarasan Visi Profetik: Sebagai bagian dari dakwah pencerahan Muhammadiyah, UM Metro terus mengukuhkan diri sebagai Pusat Keunggulan Profetik, Profesional, Modern, dan Mencerahkan. Nilai profetik diturunkan dari sifat kenabian, salah satunya Siddiq—yang diterjemahkan sebagai integritas tinggi, kejujuran, disiplin, dan ketangguhan moral. Kemudian Tabligh yaitu diupayakan, oh ini orang belum paham ide saya ini benar, tapi orang belum paham barangkali maka ditolak, maka diperjuangkan itu yang kita maksud dengan tabligh atau komunikasi
“Mari kita perbarui niat bersama. Jadikan kampus ini sebagai sarana menempa nilai tambah diri (added value), sehingga saat lulus nanti, keberadaan Saudara betul-betul memberikan kontribusi nyata dan berdampak luas bagi keluarga, profesi, serta masyarakat,” pungkas Dr. Nyoto Suseno. (Diq)

