Minggu, Oktober 25, 2026
BerandaAUMKian Amboro: Tekankan Penulisan Sejarah, Pentingnya Kekhasan dan Identitas

Kian Amboro: Tekankan Penulisan Sejarah, Pentingnya Kekhasan dan Identitas

METRO – Dosen Sejarah Universitas Muhammadiyah Metro sekaligus anggota Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Metro, Dr. Kian Amboro, memberikan penguatan materi dalam kegiatan Lokakarya dan Lanjutan Penulisan Buku Sejarah Sekolah/Madrasah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Se-Kota Metro.

Acara yang berlangsung pada Sabtu (01/08/2026) di Aula Gedung AR. Fachrudin UM Metro tersebut menjadi momentum penting bagi para tim penulis untuk mematangkan draf narasi sejarah institusi masing-masing.

Dalam pengarahannya, Dr. Kian Amboro mengapresiasi progres penulisan dari tiap kelompok yang dinilai sudah berjalan sangat baik. Menurutnya, para penulis kini telah memahami letak kekurangan draf awal mereka, sehingga penulisan perlu difokuskan pada penggarapan deskripsi narasi sejarah secara lebih mendalam.

“Substansi penulisan secara keseluruhan sudah sangat kaya. Di tengah keterbatasan waktu yang ada, mari fokus menggarap deskripsi narasi dan menunjukkan poin-poin krusial yang menjadi daya tarik utama dari sejarah sekolah masing-masing,” ujarnya.

5 Strategi Penguatan Penulisan Sejarah Sekolah

Untuk mengoptimalkan hasil penulisan, Dr. Kian Amboro memaparkan lima poin strategis yang perlu diperhatikan oleh seluruh tim penulis dan pendamping:

  1. Diversifikasi Sumber dan Metode Snowball Sampling

Jika terjadi kesulitan dalam menemukan dokumen arsip fisik atau foto lama di internal sekolah, penulis disarankan melakukan penelusuran ke instansi pemerintah atau pihak terkait yang relatif mudah diverifikasi. Selain itu, metode wawancara lisan secara bertahap (snowball sampling) dapat dimanfaatkan karena kerap berujung pada penemuan arsip tertulis yang tak terduga.

  1. Menggali Selling Point dan Kekhasan Sekolah

Setiap jenjang sekolah memiliki dinamika unik yang tidak bisa disamaratakan:

  • Momen Krusial: Menyoroti titik balik sejarah, seperti Surat Keputusan (SK) pendirian.
  • Identitas Lembaga: SMK dapat menonjolkan karakter keahlian teknis, sedangkan MTS/SMA menekankan penguatan nilai keagamaan, serta sekolah kategori premium sebagai representasi keunggulan Muhammadiyah.
  • Dinamika Institusi: Mengangkat pasang surut perjalanan sekolah, mulai dari masa krisis hingga momen kebangkitan jumlah siswa.
  1. Penulisan Bab Biografi Tokoh dan Pendiri

Judul bab mengenai kepemimpinan dapat diperluas menjadi “Biografi Kepala Sekolah, Tokoh Pendiri, atau Tokoh Berpengaruh”. Penulisan biografi tokoh—khususnya yang telah wafat—merupakan wujud apresiasi generasi masa kini (lisan al-hal) untuk menghidupkan kembali memori perjuangan mereka, tanpa melupakan sudut pandang nilai-nilai spiritual (takdir) di balik berdirinya sekolah.

  1. Konteks Makro dan Peran Sosial

Penulisan sejarah diharapkan tidak sekadar melihat faktor internal (mikro), melainkan melibatkan kacamata makro melalui identifikasi program kerja di setiap periode serta pengaruh kebijakan luar. Penulis juga diimbau menyoroti evolusi peran sosial sekolah di masyarakat serta capaian prestasi/kerjasama strategis (seperti program internasional) guna membesarkan narasi kebanggaan institusi.

  1. Komunikasi dengan Pihak Sekolah dan Rencana Peluncuran

Mengingat mayoritas sekolah belum memiliki buku sejarah resmi yang ditulis secara terstruktur, penulisan ini menjadi peluang karya perdana yang monumental. Penulis dianjurkan mulai berdiskusi dengan manajemen sekolah terkait rencana peluncuran (launching) buku, yang kelak dapat dijadikan ajang silaturahmi bersama para perintis dan senior.

Mengakhiri pengarahannya, Dr. Kian Amboro memberikan dorongan semangat kepada seluruh peserta dan memohon kepada tim pendamping untuk terus mengawal proses penulisan ini secara aktif hingga seluruh draf buku selesai diterbitkan. (ims)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini