Sabtu, Oktober 24, 2026
BerandaBeritaJelang Syiar Milad ke-114 Muhammadiyah, PDM Kota Metro Gelar Technical Meeting Pawai...

Jelang Syiar Milad ke-114 Muhammadiyah, PDM Kota Metro Gelar Technical Meeting Pawai Budaya

METRO – Menjelang pelaksanaan syiar Milad ke-114 Muhammadiyah, Panitia Milad Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Metro menggelar rapat Technical Meeting bersama seluruh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kota Metro. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat setempat, Jumat malam (23/10/2026).

Koordinator Seksi Pawai, Agus Pujianto, menyampaikan bahwa pertemuan ini digelar untuk mematangkan skema pemberangkatan, menyepakati aturan teknis pelaksanaan pawai, serta menyelaraskan persepsi antar-kontingen sebelum hari H.

“Setiap kontingen diperbolehkan menampilkan atraksi atau display budaya di depan panggung penghormatan dan dewan juri dengan durasi maksimal lima menit,” ujar Agus di hadapan para pimpinan cabang.

Lebih jauh ia menegaskan, berdasarkan petunjuk teknis resmi panitia, Pawai Budaya bertema “Bersama Satukan Bangsa” ini akan digelar pada Ahad, 15 November 2026, mulai pukul 06.30 WIB hingga selesai.

“Kegiatan mengambil titik start dan finish di Lapangan Kampus 15 A Metro Timur dengan melintasi rute yang telah ditentukan. Pawai ini diikuti oleh 6 PCM se-Kota Metro beserta Ortom dan AUM, dengan estimasi peserta mencapai 600 hingga 10.000 orang dari setiap cabang,” terangnya.

Recana rute pawai budaya Milad Ke-114 Muhammadiyah

Penilaian lomba pawai dilakukan oleh Dewan Juri di sepanjang rute hingga garis finish dengan total akumulasi 100 poin. Poin terbesar dialokasikan untuk kreativitas kostum dan properti (25 poin) serta atraksi pertunjukan (25 poin).

“Sementara itu, aspek kesesuaian tema dan pesan dinilai hingga 20 poin, tingkat kedisiplinan dan kebersihan rombongan 20 poin, serta jumlah partisipasi peserta sebesar 10 poin.” Terangnya.

“Panitia menyediakan hadiah berupa trofi, piagram penghargaan, dan uang pembinaan bagi para pemenang yang meliputi Juara I, II, III, serta Juara Harapan I, II, dan III,” pungkas Agus.

Dalam arahannya, Sekretaris PDM Kota Metro, Zaenal Abidin, menegaskan beberapa poin mendasar yang harus diperhatikan oleh seluruh kontingen cabang. Pertama, identitas ke-Muhammadiyahan harus terlihat jelas di sepanjang rute. Selain pakaian adat atau kreasi budaya, setiap cabang wajib menampilkan identitas seperti bendera Muhammadiyah/Ortom, ikatan, maupun bando papan nama cabang di barisan terdepan.

Kedua, penekanan utama dalam pawai tahun ini adalah kesadaran lingkungan. Setiap PCM diimbau membentuk tim penutup barisan (sapu bersih) yang membawa kantong plastik sampah (trash bag).

“Tim ini bertugas menyapu bersih sampah di barisan belakang kontingen agar rute jalan tetap bersih, rapi, dan tidak mengganggu masyarakat,” tegas Zaenal.

Selain itu, pimpinan cabang dan pengarah barisan diminta mendampingi secara ketat para peserta dari kalangan pelajar (SD/SMP) agar barisan tetap tertib dan sesuai alur hingga garis finish.

“Tiap PCM dibebaskan mengeksplorasi kreasi tema budaya, seperti pemanfaatan busana daur ulang atau bahan bekas, dengan tetap berkoordinasi bersama PRM, ‘Aisyiyah, Ortom, serta AUM di wilayah masing-masing,” pungkasnya. (ims)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini