METRO-SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan (MuAD) Metro kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter peserta didik melalui penyelenggaraan Quranic SuperCamp 2026 yang dipadukan dengan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Hizbul Wathan (HW) Qobilah Ahmad Dahlan. Kegiatan yang berlangsung pada 8–10 Juni 2026 di Kompleks Edu Park Metro, Lampung, ini diikuti oleh seluruh siswa kelas VIII.
Mengusung tema “Kembali ke Al-Qur’an, Menjelajah Alam, Menemukan Jati Diri”, kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat nilai-nilai keislaman, kepemimpinan, kemandirian, dan semangat kebersamaan melalui pembelajaran berbasis pengalaman di alam terbuka.
Sejak hari pertama, para peserta diajak terlibat aktif dalam berbagai kegiatan, mulai dari pemasangan tenda, pembiasaan ibadah berjamaah, tilawah dan hafalan Al-Qur’an, hingga materi-materi penguatan karakter dan kepemimpinan. Suasana perkemahan yang berpadu dengan konsep pembelajaran alam menjadi pengalaman baru yang menarik bagi para peserta.

Ketua Pelaksana Quranic SuperCamp, Ust. Eko Haryanto, S.Pd.I., mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga membangun karakter peserta didik agar menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab.
“Kami ingin peserta merasakan bahwa belajar Al-Qur’an tidak hanya dilakukan di dalam kelas. Melalui kegiatan ini mereka diajak berinteraksi dengan alam, belajar bekerja sama, memimpin, dan menemukan potensi terbaik dalam dirinya,” ujarnya.
Berbagai materi inspiratif turut mewarnai kegiatan tersebut. Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi Pentingnya Al-Qur’an sebagai Pedoman Hidup yang disampaikan oleh Ust. Syahid Abdullah. Sesi ini mengajak peserta memahami peran Al-Qur’an sebagai petunjuk dalam menghadapi tantangan kehidupan.
Malam harinya, semangat peserta semakin meningkat melalui sesi Training Motivasi Menghafal Al-Qur’an bersama Ust. Arif Hidayatullah, M.Pd.. Dalam kesempatan tersebut, peserta diberikan motivasi dan strategi praktis untuk menjaga konsistensi dalam menghafal Al-Qur’an.
Memasuki hari kedua, kegiatan diawali dengan qiyamul lail, salat Subuh berjamaah, serta tilawah Al-Qur’an. Setelah itu peserta mengikuti materi Kepemimpinan yang disampaikan oleh narasumber dari Kodim 0411 Metro. Materi tersebut menekankan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan mengambil keputusan sebagai bekal menjadi pemimpin masa depan.
Selanjutnya, peserta mengikuti materi Dakwah Praktis bersama Ust. Wiyanto, S.Pd. yang membahas cara menyampaikan pesan-pesan Islam secara santun, bijak, dan relevan dengan kehidupan generasi muda.
Tidak hanya fokus pada materi kelas, kegiatan juga diisi dengan berbagai aktivitas yang membangun kreativitas dan kerja sama tim, seperti lomba memasak, permainan edukatif, latihan kepanduan Hizbul Wathan, pentas seni, hingga malam api unggun yang berlangsung meriah. Kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat ukhuwah sekaligus melatih kemampuan komunikasi dan kolaborasi peserta.
Pembina Hizbul Wathan SMP MuAD Metro, Ust. Ahmad Khoirul Hidayat, S.Pd., menjelaskan bahwa Diklatsar HW merupakan bagian penting dalam proses kaderisasi yang dilakukan sekolah.
“Kami ingin menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, keberanian, dan kepedulian sosial kepada para siswa. Melalui Hizbul Wathan, mereka belajar menjadi pribadi yang siap memimpin sekaligus siap melayani masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro, Ust. Ali Musyafa, S.Ag., M.M., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi pendidikan holistik yang terus dikembangkan sekolah.
“Pendidikan tidak hanya tentang kecerdasan akademik. Anak-anak harus dibekali akhlak mulia, kedekatan dengan Al-Qur’an, kemampuan bekerja sama, dan jiwa kepemimpinan. Itulah yang ingin kami bangun melalui Quranic SuperCamp dan Diklatsar Hizbul Wathan ini,” ungkapnya.
Puncak kegiatan ditandai dengan pelaksanaan Outbound Quranic, sebuah rangkaian permainan dan tantangan lapangan yang mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an, kepemimpinan, komunikasi, serta pemecahan masalah. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak menerapkan secara langsung berbagai materi yang telah diperoleh selama perkemahan. Red. AM.

