Rabu, Juni 3, 2026
BerandaAUMTim Manajemen SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro Laksanakan Studi Tiru ke Sekolah...

Tim Manajemen SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro Laksanakan Studi Tiru ke Sekolah Unggulan di Jawa Tengah dan Jawa Timur

Metro, 3 Juni 2026 – Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat tata kelola sekolah, serta mengembangkan berbagai program unggulan, SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan (SMP MuAD) Metro kembali mengirimkan tim manajemen untuk melaksanakan kegiatan Studi Tiru ke sejumlah sekolah unggulan Muhammadiyah di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kegiatan yang akan berlangsung pada tanggal 4–7 Juni 2026 ini menjadi bagian dari komitmen SMP MuAD Metro dalam membangun budaya belajar berkelanjutan (continuous improvement) serta memperkuat kualitas layanan pendidikan yang berorientasi pada mutu dan kemajuan sekolah. Sekolah yang menjadi tujuan kunjungan studi tiru meliputi SMP Muhammadiyah Plus Program Khusus Kottabarat Surakarta, SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, SMA Muhammadiyah 10 Surabaya, dan SMP Muhammadiyah Plus Kota Salatiga. Keempat sekolah tersebut dipilih karena dikenal memiliki berbagai inovasi dan praktik baik dalam bidang akademik, pengelolaan sekolah, penguatan karakter peserta didik, hingga pengembangan budaya mutu yang berkelanjutan.

Tim manajemen yang ditugaskan dalam kegiatan ini berjumlah 12 orang yang terdiri dari Ust. Arif Bahtiar, S.Pd. (Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum), Ust. Ahmad Fatoni, S.Pd. (Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan), Ust. Enggar Mukhofi, S.Pd.I. (Wakil Kepala Sekolah Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan), Ust. Ahmad Khoirul Hidayat, S.Pd. (Koordinator Pondok), Ady Mifarizki, S.Kom. (Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana), Ridho Fadhulrahman, S.Psi. (Tim Kesiswaan dan BK), Hendro (Tim Sarana dan Prasarana), Zamroni (Tim Kurikulum), Lukman (Kepala Tata Usaha), Anita Zuraini Zahro (Bendahara), Fitri Setya (Tim Kurikulum), serta anggota tim manajemen lainnya.

Sebelum keberangkatan, Kepala SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro, Ust. Ali Musyafa, S.Ag., M.M., memberikan arahan dan motivasi kepada seluruh peserta studi tiru. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar perjalanan dinas ataupun kunjungan formal antarsekolah, melainkan bagian dari ikhtiar menuntut ilmu dan membangun budaya belajar yang harus terus hidup dalam diri setiap pendidik dan pengelola lembaga pendidikan.

Beliau menyampaikan bahwa lembaga pendidikan yang ingin terus berkembang harus memiliki kerendahan hati untuk belajar dari keberhasilan pihak lain. Menurutnya, sekolah yang maju bukanlah sekolah yang merasa telah sempurna, melainkan sekolah yang selalu terbuka terhadap perubahan, evaluasi, dan pembelajaran.

“Perjalanan ini bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi perpindahan cara pandang. Datanglah dengan kerendahan hati seorang pembelajar. Kosongkan gelas kita agar dapat diisi dengan pengetahuan, pengalaman, dan inspirasi baru. Jangan berangkat dengan membawa rasa paling benar, tetapi bawalah rasa ingin tahu yang besar dan semangat untuk terus bertumbuh,” pesan beliau.

Lebih lanjut, Ust. Ali Musyafa mengajak seluruh peserta untuk menjadikan studi tiru sebagai sarana memperluas wawasan mengenai kepemimpinan pendidikan, pengelolaan sumber daya manusia, budaya sekolah, inovasi pembelajaran, serta strategi pengembangan karakter peserta didik yang telah berhasil diterapkan di sekolah-sekolah tujuan.

“Lihatlah setiap praktik baik sebagai ilmu. Dengarkan setiap pengalaman sebagai pelajaran. Catat setiap inovasi sebagai inspirasi. Karena kemajuan sebuah sekolah sering kali lahir dari kemampuan para pengelolanya untuk belajar, mengamati, lalu mengadaptasi hal-hal baik sesuai dengan karakter dan kebutuhan lembaganya,” lanjutnya.

Beliau juga berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal dengan aktif berdiskusi, melakukan observasi secara mendalam, serta menggali berbagai informasi yang dapat menjadi bahan pengembangan SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro di masa mendatang.

Menurutnya, keberhasilan sebuah studi tiru tidak diukur dari banyaknya dokumentasi atau kunjungan yang dilakukan, melainkan dari sejauh mana hasil pembelajaran tersebut mampu melahirkan perubahan dan inovasi yang berdampak nyata bagi kemajuan sekolah.

“Ukuran keberhasilan perjalanan ini bukanlah seberapa banyak foto yang dibawa pulang, tetapi seberapa banyak gagasan yang lahir, seberapa besar semangat perubahan yang tumbuh, dan seberapa nyata dampaknya bagi kemajuan SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro. Jadikan perjalanan ini sebagai investasi ilmu yang kelak akan kembali kepada anak-anak didik kita dalam bentuk layanan pendidikan yang semakin berkualitas,” tegasnya.

Menutup arahannya, beliau mengingatkan seluruh peserta agar senantiasa menjaga niat, akhlak, kedisiplinan, kekompakan tim, serta nama baik sekolah selama menjalankan rangkaian kegiatan. Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan setiap langkah dalam perjalanan menuntut ilmu sebagai bagian dari ibadah dan pengabdian kepada dunia pendidikan.

Kegiatan studi tiru ini diharapkan dapat menjadi sarana recharging knowledge bagi tim manajemen SMP MuAD Metro sekaligus memperkuat budaya belajar organisasi dalam mewujudkan sekolah yang unggul, berkarakter, berkemajuan, dan mampu memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi peserta didik serta masyarakat.

Dengan semangat thalabul ‘ilmi dan prinsip learning organization, seluruh peserta memohon doa dan dukungan dari keluarga besar SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro agar diberikan kesehatan, kelancaran, keberkahan, serta kemudahan dalam menyerap berbagai praktik baik yang nantinya dapat diimplementasikan demi kemajuan sekolah dan peningkatan mutu pendidikan. (AM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini