METRO – Dalam upaya merawat ingatan kolektif dan mendokumentasikan perjalanan panjang institusi pendidikan Muhammadiyah, Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PDM Kota Metro bekerja sama dengan Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) PDM Kota Metro menggelar Pelatihan Penulisan Sejarah, Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Aula SMK Muhammadiyah 1 Metro (SMKMutu) ini menjadi langkah awal dari kerja besar penyusunan Buku Sejarah Perjalanan Sekolah dan Madrasah Muhammadiyah se-Kota Metro.
Pelatihan menghadirkan 3 narasumber yang kompeten dalam bidangnya, yakni: Dr. Mukhtar Hadi, M.Si., Kuswono, M.Pd., dan Dr. Kian Amboro, M.Pd.
Urgensi Sejarah: Meluruskan Narasi dan Identitas
Dr. Mukhtar Hadi, M.Si., Wakil Ketua PDM Kota Metro bidang MPI, memaparkan materi pertama mengenai pentingnya penulisan sejarah Muhammadiyah. Ia menekankan beberapa poin strategis, di antaranya:
- Pelurusan Narasi: Mendokumentasikan peran Muhammadiyah dalam peradaban bangsa agar tidak terdistorsi.
- Edukasi dan Motivasi: Memberikan pelajaran berharga mengenai pengelolaan amal usaha bagi generasi baru.
- Identitas dan Memori: Menjaga ingatan kolektif agar warga persyarikatan tidak kehilangan pijakan identitas serta menyelamatkan memori kolektif dari para pelaku sejarah yang masih hidup.
- Dokumentasi Lokal: Menonjolkan figur di tingkat daerah sebagai motor penggerak organisasi.
Menurut Mukhtar, sejarah secara positif merupakan ilmu tentang manusia, waktu, dan sesuatu yang memiliki makna sosial serta bersifat terperinci. Sebaliknya, secara negatif, sejarah harus dibedakan dari mitos, filsafat, ilmu alam, maupun sastra.

Metodologi: Menemukan dan Menguji Fakta
Materi kedua mengenai metodologi dan pengumpulan data disampaikan oleh Kuswono, M.Pd., Anggota MPI yang juga dosen Sejarah UM Metro. Ia menjelaskan bahwa sejarah dapat dipandang sebagai peristiwa yang unik (einmalig), kisah yang subjektif, ilmu yang empiris, serta seni yang meramu keindahan bahasa.
Kuswono menggarisbawahi langkah-langkah krusial dalam penelitian sejarah:
- Pemilihan Topik: Harus memenuhi prinsip orisinalitas, ketersediaan sumber, relevansi, serta kedekatan intelektual peneliti.
- Heuristik: Mencari sumber melalui teknik snowball pada wawancara dan melakukan triangulasi dengan sumber tertulis.
- Kritik Sumber: Meliputi kritik ekstern untuk menguji otentisitas fisik dokumen dan kritik intern untuk menilai kredibilitas isi fakta.
- Interpretasi: Proses menyatukan fakta-fakta menjadi narasi kronologis yang masuk akal, layaknya menyusun potongan puzzle.
Historiografi: Memberi Makna pada Masa Lalu
Menutup rangkaian materi, Dr. Kian Amboro, M.Pd., yang juga Anggota MPI dan dosen Sejarah UM Metro, menguraikan tentang Historiografi. Ia menegaskan bahwa historiografi adalah tahap akhir di mana laporan penelitian disusun menjadi deskripsi sejarah yang sistematis.
Seorang penulis sejarah dituntut memiliki penguasaan bahasa yang baik, keterampilan narasi kronologis, ketepatan deskripsi, dan kedalaman analisis sebab-akibat. Kian Amboro menjelaskan tiga aspek penting dalam penulisan ini:
- Kronologis: Urutan waktu yang logis.
- Sistematis: Struktur laporan yang rapi.
- Objektif: Berpegang pada fakta yang telah teruji.
“Penulisan sejarah memiliki fungsi genetis untuk asal-usul, fungsi didaktis untuk inspirasi moral, dan fungsi pragmatis untuk penguatan identitas kelompok,” pungkasnya.
Kegiatan yang digelar sehari tersebut menargetkan 6 bulan selesai, dari 24 sekolah di bagi menjadi delapan kelompok, dengan pendampingan dari dosen-dosen sejarah Universitas Muhammadiyah Metro dan dari Anggota Majelis Pustaka da n Informasi. Ditargetkan akan launching bersama pada hari guru bulan November 2026. (ims)

