Senin, April 20, 2026
BerandaAUMKetua Majelis Dikdasmen Koa Metro Ajak Menulis Sejarah Sebagai Ikhtiar Merawat Ingatan

Ketua Majelis Dikdasmen Koa Metro Ajak Menulis Sejarah Sebagai Ikhtiar Merawat Ingatan

METRO-Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) PDM Kota Metro menegaskan pentingnya dokumentasi sejarah sebagai fondasi nilai institusi pendidikan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Majelis Dikdasmen & PNF Metro, Drs. H. Mohammad Jaeni, M.Pfis., dalam pembukaan Pelatihan Penulisan Sejarah yang digelar di Aula SMK Muhammadiyah 1 Metro, Sabtu (18/4/2026).

Kegiatan yang merupakan kolaborasi strategis dengan Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) ini bertujuan menyusun draf buku sejarah perjalanan seluruh sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Kota Metro.

Dalam arahannya, H. Mohammad Jaeni menekankan bahwa setiap sekolah  baik yang sudah lama berdiri maupun yang baru memiliki rekam jejak perjuangan yang tidak boleh hilang ditelan zaman.

“Catatan sejarah itu sangat penting. Kita tidak ingin institusi pendidikan kita ibarat kacang yang lupa pada kulitnya. Perjalanan sekolah kita harus tercatat agar generasi mendatang tahu akar perjuangannya,” ungkap Jaeni.

Ia juga mengaitkan urgensi penulisan sejarah ini dengan pesan-pesan dalam Al-Qur’an, di mana banyak terdapat risalah tentang masa lalu untuk diambil pelajarannya (ibrah).

Lebih lanjut, Jaeni menyoroti bahwa penulisan sejarah ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kualitas literasi di lingkungan Muhammadiyah Metro. Menurutnya, keberhasilan sebuah lembaga pendidikan saat ini sangat bergantung pada budaya membaca dan menulis.

  • Poin Utama Rapor Pendidikan: Literasi merupakan poin pertama dan utama dalam mengukur keberhasilan pendidikan.
  • Spirit Iqra: Jaeni mengajak seluruh delegasi sekolah untuk menjadikan kegiatan ini sebagai momentum “Membaca untuk Sukses.”
  • Output Otentik: Dikdasmen Metro mendukung penuh kegiatan ini agar setiap sekolah mampu menghasilkan naskah yang otentik dan inspiratif.

Jaeni juga menegaskan bahwa buku sejarah tersebut ditargetkan akan selesai pada bulan November 20206. “Insyallah buku akan kita lauching pada Hari Guru Nasional bulan Nomber 2026.

Gayung bersambut, Ketua PDM Kota Metro, H. Kustono, S.Ag., memuji sinergi antara Dikdasmen dan MPI. Ia menyebutkan bahwa tata kelola di Metro, termasuk pengelolaan wakaf dan amal usaha pendidikannya, telah menjadi percontohan (di-lingkari) oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Sementara itu, Ketua MPI PDM Kota Metro, Imam Sapi’i, M.Pd., melaporkan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 24 sekolah, termasuk beberapa sekolah dari luar daerah seperti Margatiga yang antusias ikut serta.

“Setelah sukses menulis sejarah Muhammadiyah Metro dan sejarah rumah sakit, kini saatnya kita fokus pada sejarah sekolah-sekolah kita. Ini adalah aset berharga persyarikatan,” ujar Imam. (ims)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini