METRO-Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PDM Kota Metro menegaskan komitmennya untuk mengabadikan jejak perjuangan persyarikatan melalui tulisan. Hal ini ditegaskan oleh Ketua MPI PDM Kota Metro, Imam Sapi’i, M.Pd., dalam pembukaan Pelatihan Penulisan Sejarah yang digelar di Aula SMK Muhammadiyah 1 Metro, Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan ini merupakan langkah awal dari kerja besar penyusunan Buku Sejarah Perjalanan Sekolah dan Madrasah Muhammadiyah se-Kota Metro, hasil sinergi apik antara MPI dengan Majelis Dikdasmen & PNF.
Dalam sambutannya, Imam Sapi’i mengingatkan kembali sejarah berdirinya Muhammadiyah. Ia menjelaskan bahwa Majelis Pustaka merupakan salah satu dari empat majelis pertama yang lahir di awal berdirinya persyarikatan, bersama Majelis Tabligh, PKO/MPKU, dan Majelis Pendidikan.
“Mungkin nama Majelis Pustaka dan Informasi kurang familiar di beberapa daerah karena dianggap kurang strategis. Namun, di Metro, kita buktikan sebaliknya. Kita beratkan peran majelis ini pada literasi, penulisan sejarah, hingga pemberitaan yang masif,” ujar Imam.
Beliau memaparkan bahwa proyek penulisan sejarah sekolah ini adalah kelanjutan dari kesuksesan MPI sebelumnya yang telah menuntaskan penulisan buku sejarah Muhammadiyah Metro pada 2023 dan buku sejarah Rumah Sakit Muhammadiyah yang diselesaikan dalam waktu singkat (tiga bulan).

Antusiasme terhadap gerakan literasi yang dimotori MPI Kota Metro ternyata melampaui batas wilayah administratif. Dari 24 sekolah yang hadir sebagai peserta, enam di antaranya merupakan sekolah dari luar Metro, termasuk dari daerah Margatiga.
“Kami merekomendasikan sekolah luar Metro untuk bergabung karena semangatnya sama: kita ingin menuliskan sejarah. Ini adalah aset berharga bagi persyarikatan yang tidak boleh hilang,” tambah Imam.
Langkah progresif MPI ini mendapat dukungan penuh dari pimpinan persyarikatan. Ketua PDM Kota Metro, H. Kustono, S.Ag., memuji produktivitas MPI dalam tiga tahun terakhir. Ia menyebut MPI Metro sebagai majelis yang “luar biasa”. Menurutnya, PDM Kota Metro juga menjadi rujukan (di-lingkari) oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah karena keaktifan dan tertib administrasinya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Majelis Dikdasmen & PNF, Drs. H. Mohammad Jaeni, M.Pfis., menyatakan dukungannya terhadap inisiatif MPI. Bagi Dikdasmen, dokumentasi sejarah adalah bagian dari penguatan nilai dan rapor pendidikan di bidang literasi. (ims)

