METRO-Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Metro, H. Kustono, S.Ag., memberikan apresiasi kepada Majelis Pustaka dan Informasi dengan Majelis Dikdasmen dan PNF PD Kota Metro yang telah menggelar pelatihan penulisan buku sejarah Sekolah/Madrasah Muhammadiyah Se-Metro.
Dalam arahannya pada pembukaan di Aula SMK Muhammadiyah 1 Metro, Sabtu (18/4/2026). Ia menekankan pentingnya manajemen waktu dan etos kerja profesional dalam memajukan persyarikatan. Kustono berbagi pandangan menarik mengenai memberikan amanah kepada orang yang sudah sibuk, ia justru menegaskan bahwa kesibukan adalah indikator kualitas.
“Saya buka Kamus Besar Bahasa Indonesia, ternyata orang pintar itu adalah orang yang justru sibuk karena ia pandai memanajemen waktu. Yang tidak sibuk itu yang mager (malas gerak). Jadi, kalau mengamanahi siapapun, meski dia punya banyak jabatan, selama dia siap dan sanggup, yakinlah tugas itu akan jalan,” tegas Kustono.
Ia menilai kinerja Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PDM Kota Metro selama tiga tahun terakhir sebagai bukti nyata dari filosofi tersebut, di mana kesibukan para pengurusnya telah membuahkan berbagai karya monumental yang identik dengan kemajuan visi ketuanya.
“Kami mendukung menulisan buku sejarah ini, jika perlu lauchingnya tidak di Metro, silahkan menetentukan tempat yang lebih menarik,” imbuhnya.

Kustono juga mengungkapkan bahwa prestasi Muhammadiyah Metro telah mendapat pengakuan di tingkat pusat (PP Muhammadiyah). Hal ini tidak lepas dari tertib administrasi dan keunggulan dalam pengelolaan aset serta literasi. Sertifikasi Wakaf Terunggul: Metro menjadi satu-satunya daerah di Lampung dengan sertifikasi wakaf yang paling jelas, selalu update, dan terus di-upgrade.Magnet Tokoh Nasional: Kualitas tata kelola di Metro membuat wilayah ini sering menjadi rujukan utama, bahkan menjadi destinasi utama kunjungan pejabat setingkat Menteri saat bertandang ke Lampung.
Ketua MPI PDM Metro, Imam Sapi’i, M.Pd., melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 24 sekolah. Ia mengingatkan bahwa meski Majelis Pustaka adalah salah satu pilar awal berdirinya Muhammadiyah, perannya sering terlupakan. Namun, di Metro, gairah literasi dibangkitkan kembali melalui penulisan sejarah institusi.
Senada dengan itu, Ketua Majelis Dikdasmen & PNF, Drs. H. Mohammad Jaeni, M.Pfis., menekankan bahwa menulis sejarah adalah upaya menjaga nilai agar warga Muhammadiyah tidak menjadi “kacang yang lupa kulitnya.”
Ia berharap, output Kegiatan dari pelatihan untuk peningkatan kapasitas menulis para delegasi sekolah. Penyelesaian draf buku sejarah sekolah/madrasah Muhammadiyah se-Kota Metro. Penguatan rapor pendidikan melalui peningkatan literasi berbasis nilai-nilai Al-Qur’an.(ims)

