JAKARTA-Universitas Muhammadiyah (UM) Metro menerima undangan resmi Presiden Republik Indonesia untuk menghadiri pertemuan bersama pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia yang digelar di Istana Negara, Kamis,15/1/2026.
Rektor UM Metro, Dr.Nyoto Suseno,M.Si., yang tiba di Istana negara, dengan didampingi Dr.E.Febriyanto, S.E., M.M., selaku Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis, UM Metro, bahwa pertemuan tersebut sesuai dengan undangan dengan nomor: 0028/B/KS.11/2026, yang dihadiri sekitar 1.200 rektor dan dekan dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia.
Rektor UM Metro, Dr.Nyoto Suseno menyampaikan kepada Jurnalis MPI PDM Kota Metro, usai menghadiri undangan presiden, bahwa forum ini menjadi ajang strategis bagi pemerintah pusat untuk menyampaikan arah kebijakan nasional sekaligus mendengarkan pandangan kalangan akademisi.
Menurutnya, pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto menyoroti sejumlah isu penting yang berkaitan dengan masa depan tata kelola negara dan peran strategis perguruan tinggi.
“Presiden menyampaikan evaluasi terhadap tata kelola negara yang dinilai masih perlu perbaikan. Beberapa data disampaikan terkait ketimpangan pengelolaan kekayaan nasional serta berbagai kebocoran di sektor-sektor strategis,” ujar Rektor UM Metro.
Dalam pembahasan tersebut, Presiden juga menyampaikan arah kebijakan perubahan sistem pemerintahan yang bertujuan menciptakan tata kelola negara yang lebih adil dan efektif. Meski demikian, Presiden menekankan pentingnya kajian akademik dan kehati-hatian dalam merumuskan kebijakan, mengingat isu tersebut bersifat strategis dan sensitif.
Selain itu, Presiden menyinggung perlunya penyesuaian konsep demokrasi dan tata kelola pemerintahan agar lebih sesuai dengan karakter bangsa Indonesia, tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasar kebangsaan dan konstitusi.
Pada kesempatan yang sama, Presiden menegaskan komitmen kuat pemerintah terhadap penguatan perguruan tinggi, khususnya dalam bidang riset dan pengembangan. Pemerintah berencana meningkatkan dukungan anggaran riset sebagai bagian dari upaya mendorong inovasi dan kontribusi akademik bagi pembangunan nasional.
Rektor UM Metro menilai pertemuan tersebut sebagai momentum penting bagi perguruan tinggi, termasuk UM Metro, untuk memperkuat peran akademik dalam memberikan solusi berbasis riset dan keilmuan.
“UM Metro siap berkontribusi melalui penguatan riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat, sejalan dengan semangat Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah dan tajdid,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mewujudkan pembangunan nasional yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemajuan bangsa.(Guswir)

