LAMPUNG TENGAH-Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Penjaminan Mutu Sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Lampung Tengah. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 5 Desember 2025 ini bertempat di SMA Muhammadiyah 1 Kalirejo, Kecamatan Kalirejo.
Acara ini merupakan tindak lanjut (RTL) dari Pendidikan Khusus Kepala Sekolah (Diksuspala) serta asesmen faktual terhadap kinerja sekolah. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari kolaborasi strategis antara Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI.
Hadir sebagai fasilitator dalam kegiatan ini adalah Ihwan, S.Ag., M.Pd. kepala SD Muhammadiyah Metro Pusat, yang ditunjuk oleh Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah serta Edi Sukamto, S.Pd. dari Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Lampung. Peserta kegiatan terdiri dari 10 kepala sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA Muhammadiyah di wilayah sekitar.

Dalam sambutannya, Sukamto, S.Pd. menekankan posisi strategis Lampung Tengah sebagai daerah terluas dengan jumlah sekolah Muhammadiyah terbanyak di provinsi tersebut. Ia mengingatkan agar sekolah percaya diri dengan “Brand Muhammadiyah” dan pentingnya kolaborasi tim yang solid untuk menghadapi tantangan zaman.
Sementara itu, Ihwan, S.Ag., M.Pd. menjelaskan bahwa asesmen ini adalah langkah awal yang akan dilanjutkan dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Mendalam serta Bimtek Koding dan Kecerdasan Artifisial.
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, tim fasilitator menemukan beberapa tantangan krusial, di antaranya kapasitas kepemimpinan yang perlu ditingkatkan, administrasi keuangan yang belum tertib (belum menyusun RAPBS), serta kesejahteraan guru yang rata-rata masih di bawah UMR. Selain itu, isu “sekolah gratis” menjadi sorotan karena dinilai justru menghambat operasional dan tidak menjamin peningkatan jumlah siswa.
Sebagai rencana tindak lanjut, fasilitator merekomendasikan beberapa poin utama:
- Transformasi Mindset: Kepala sekolah wajib beralih dari Fixed Mindset ke Growth Mindset (pola pikir bertumbuh).
- Manajemen Keuangan: Sekolah didorong untuk memungut SPP guna menjamin mutu dan operasional, serta wajib menyusun RAPBS.
- Strategi Pemasaran: Sekolah perlu menciptakan Unique Selling Point, misalnya syarat kelulusan berupa hafalan juz Al-Qur’an, serta aktif mengikuti lomba untuk branding.
- Optimalisasi Aset (Green School): Pemanfaatan lahan sekolah yang gersang dengan tanaman bernilai ekonomi untuk menambah pendapatan sekolah.
Kegiatan ditutup dengan penekanan pada empat kata kunci utama bagi para pimpinan sekolah: Etos Kerja, Perubahan, Integritas, dan Kepemimpinan. Para kepala sekolah diminta untuk membangun sistem yang kuat agar sekolah tetap berjalan baik, siapapun pemimpinnya di masa depan. Ihwan juga membagikan buku karyanya kepada peserta, dan majalah Inspira milik SD Muhammadiyah Metro Pusat. (ims/lef)

