Minggu, April 26, 2026
BerandaAUMGenjot Mutu dan Strategi PPDB, Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah Dampingi Sekolah di...

Genjot Mutu dan Strategi PPDB, Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah Dampingi Sekolah di Lampung Tengah

LAMPUNG TENGAH-Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah kembali menggelar kegiatan Pendampingan Penjaminan Mutu Sekolah Muhammadiyah. Kegiatan yang berfokus pada strategi sukses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB/SPMB) ini dilaksanakan pada Sabtu, 6 Desember 2025, bertempat di SMP Muhammadiyah Plus Kotagajah, Lampung Tengah.

Acara yang berlangsung sejak sehari menghadirkan dua fasilitator utama, yaitu Ihwan, S.Ag, M.Pd. Kepala SD Muhammadiyah Metro Pusat yang ditunjuk oleh Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah serta Sukamto, S.Pd. dari Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Lampung. Sebanyak 10 kepala sekolah dari berbagai jenjang (SMP, SMA, dan SMK) di wilayah Lampung Tengah turut hadir sebagai peserta aktif dalam pendampingan ini.

Tantangan dan Peta Pendidikan di Lampung Tengah Dalam sambutannya, Sekretaris Majelis Dikdasmen & PNF PDM Lampung Tengah, Edi Siswanto, memaparkan kondisi riil pendidikan di wilayahnya. Ia mencatat bahwa dari 58 sekolah Muhammadiyah yang ada, hanya sedikit yang masuk kategori “sekolah sehat”.

Ia juga menyoroti tantangan internal yang masih menghambat kemajuan sekolah, mulai dari konflik kepentingan, masalah infrastruktur. Meski demikian, ia memberikan apresiasi tinggi kepada SMP Muhammadiyah Plus Kotagajah selaku tuan rumah yang berhasil mencatatkan pertumbuhan pesat hingga 600%.

Bedah Masalah SPMB dan Manajemen Sekolah Sesi inti pendampingan yang dipandu oleh Ihwan, S.Ag, M.Pd., berfokus pada evaluasi mendalam terhadap strategi seleksi penerimaan murid baru. Berdasarkan wawancara dengan para kepala sekolah, ditemukan beberapa isu krusial, antara lain strategi pemasaran yang monoton, tidak adanya target kuantitatif yang jelas, serta tim SPMB yang dibentuk dadakan setiap tahun sehingga minim evaluasi jangka panjang.

Selain itu, masalah manajemen keuangan juga menjadi sorotan. Ditemukan fakta bahwa masih ada sekolah yang tidak menarik SPP kepada siswa, yang dinilai berdampak buruk pada kesehatan operasional dan mutu sekolah.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, forum menyepakati beberapa Rencana Tindak Lanjut (RTL) strategis. Salah satu poin utamanya adalah perubahan masa bakti Tim SPMB menjadi 3 tahun sekali untuk memastikan kematangan strategi dan keberlanjutan. Sekolah juga diwajibkan memiliki target capaian siswa baru yang terukur serta melakukan diversifikasi strategi pemasaran.

Menutup kegiatan, Ihwan menekankan pentingnya membangun sistem sekolah yang kuat agar tidak bergantung pada figur perorangan.

“Sekolah besar adalah sekolah yang tetap berjalan baik siapapun kepala sekolahnya karena sistem sudah terbangun. Jangan berhenti berjalan, teruslah berlari,” tegas Ihwan memotivasi para peserta.

Ia juga menyarankan ide inovasi sederhana namun berdampak, seperti program “Belajar Kakak Adik” yang mengundang siswa TK atau sekolah di bawahnya untuk bermain di lingkungan sekolah sebagai sarana soft-marketing.(lef/ims)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini