METRO-Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Metro selenggarakan Kajian khusus pimpinan persyarikatan bersama, Dr. H. M. Solihin Fanani, M.P.SDM., Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, pada Ahad malam, 20 Juli 2025. Dalam ceramahnya yang penuh semangat, dengan tema: revitalisasi kader, dalam gerakan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar.
Dr. Solihin menyampaikan bahwa saat ini Muhammadiyah menghadapi tantangan serius berupa melemahnya pemahaman keislaman dan militansi kader, baik di tingkat akar rumput maupun pimpinan. “Al-Islam dan Kemuhammadiyahan itu adalah core value Muhammadiyah. Maka ber-Muhammadiyah harus diawali dengan berislam secara kaffah,” tegasnya.
Menurutnya, banyak warga Muhammadiyah yang belum memahami Islam secara utuh. Hal ini terlihat dari fenomena lemahnya kesadaran ibadah, kurangnya partisipasi dalam pengajian, hingga munculnya kasus-kasus menyedihkan yang berakar dari rapuhnya pemahaman agama. “Kalau Islamnya tidak kuat, maka Muhammadiyah-nya juga akan rapuh,” ujarnya dengan nada prihatin.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyoroti gejala menurunnya kaderisasi ideologis di kalangan anak muda Muhammadiyah. Banyak generasi muda yang lebih tertarik pada kesenangan duniawi dan meninggalkan dakwah serta organisasi. “Generasi muda kita mulai digerogoti oleh kenikmatan dunia. Kita harus waspada. Kalau tidak, 10–20 tahun ke depan Muhammadiyah bisa kehilangan arah,” ungkapnya.
Namun demikian, Dr. Solihin juga mengingatkan bahwa Muhammadiyah telah memberikan banyak karunia bagi para warganya. “Muhammadiyah ini sudah seperti surga dunia. Kita diberi amanah, jabatan, bahkan penghasilan. Tapi kita harus menjaganya dengan ikhlas dan amanah. Jangan sampai organisasi ini dipakai untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.
Di akhir ceramah, beliau mengajak seluruh hadirin untuk bermuhammadiyah secara sungguh-sungguh, dengan lima prinsip utama: Berislam dengan kaffah, Berorganisasi dengan amanah, Berdakwah dengan istiqamah, Berjuang dengan sabar dan berkorban dengan ikhlas.
Selain itu, ia juga memperkenalkan prinsip dakwah Muhammadiyah dengan 6F: Focus, Fast, Fight, Fun, Flexible, dan Friendly. “Dakwah kita harus menggembirakan dan merangkul. Semua adalah saudara, tidak ada musuh,” serunya disambut antusias para peserta.
Usai pengajian, Dr. Mukhtar Hadi, M.Si., Wakil Ketua PDM Kota Metro, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas kehadiran dan materi inspiratif dari Dr. Sholichin Fanani.
“Atas nama Pimpinan Daerah Muhammadiyah, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Solihin. Materi yang beliau sampaikan malam ini sangat mencerahkan, menggugah, dan insyaAllah akan menjadi energi baru bagi kita semua untuk menggerakkan Muhammadiyah,” ujarnya.
Acara yang dimulai sejak pukul 20.00 WIB dan berakhir mendekati pukul 22.00 WIB ini dihadiri oleh pimpinan cabang, pimpinan amal usaha, serta para kader dan simpatisan Muhammadiyah se-Kota Metro. Dr. Mukhtar berharap, semangat yang ditanamkan dalam pengajian malam itu bisa benar-benar diimplementasikan dalam tugas dan tanggung jawab masing-masing.
“Semoga apa yang kita peroleh malam ini memberikan dampak besar bagi gerakan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar Muhammadiyah ke depan. Dan semoga amal usaha kita semakin berkembang, maju, serta membawa kemaslahatan bagi umat Islam dan masyarakat luas,” pungkasnya. (ims)

