METRO — Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Metro bersama Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) PDM Kota Metro kembali menggelar kegiatan Pemaparan Buku dan Focus Group Discussion (FGD). Agenda ini berlangsung di Kampus 2 SD Muhammadiyah Metro Pusat pada Sabtu (24/10/2026) dalam rangka finalisasi penulisan buku sejarah sekolah berjudul: Menyemai Cahaya, Merawat Peradaban.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Metro, Ketua MPI beserta jajaran, Ketua PCM Metro Pusat, Kepala sekolah bersama jajaran wakil kepala sekolah, guru-guru senior, tim penulis buku sejarah, serta tamu dari sekolah lain.
Kepala SD Muhammadiyah Metro Pusat, Ihwan, S.Ag., menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak dan tim penulis yang telah berupaya menghimpun rekam jejak perjuangan sekolah sejak 1968 hingga 2026. Ia menekankan bahwa penulisan buku sejarah bukan sekadar pencatatan administratif, melainkan ikhtiar merawat ingatan dan menghargai nilai-nilai perjuangan para pendahulu.
“Sejarah sekolah bukan hanya tentang siapa yang pernah memimpin atau mengajar, tetapi kisah tentang perjuangan, pengorbanan, ketulusan, dan nilai-nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi. Buku ini diharapkan menjadi sumber inspirasi, pembelajaran, dan penuntun masa depan agar kita tidak kehilangan akar perjuangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan para guru senior dalam forum FGD ini sangat krusial untuk menguji validitas data dan fakta sejarah secara jujur serta hati-hati. Menurutnya, sekolah bisa terus berkembang maju tanpa harus meninggalkan nilai-nilai dasar perserikatan.
Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Metro, Drs. M. Jaeni, M.Pfis., menegaskan pentingnya kolaborasi antarlembaga di lingkungan PDM Metro dalam merawat sejarah perserikatan. Ia mengingatkan bahwa catatan sejarah sekolah merupakan bagian dari rekam kebaikan yang membawa manfaat panjang bagi kemajuan pendidikan Muhammadiyah.
“Penulisan sejarah ini menjadi cerminan masa lalu sekaligus pijakan untuk merancang strategi masa depan. Di tengah kompetisi dunia pendidikan yang semakin ketat, SD Muhammadiyah Metro Pusat harus terus menjaga kualitas, keunggulan, serta keadaban,” ungkap Jaeni.
Setelah pembukaan, dilanjutkan oleh pemaparan buku yang disampaikan tim yakni: Vina Januanita, Nadiya Firkiati, Amri Rahmadani, Adzani Iqbal R, dan Putri Ningtyas Perdani.
Selaku ketua Tim Vina Januanita, memaparkan perjalana awal pendirian pada tahun 1968, perjalanannya yang Panjang melitasi banyak generasi, hingga fase menjadi sekolah unggul.
“SD Muhammadiyah didirikan sebagai kebutuhan life school dari PGA Muhammadiyah, selain itu menjadi tempat pendidikan warga Muhammadiyah tingkat dasar.” terangnya.
Lebih jauh ia menjelaskan awalnya merupakan sekolah yang biasa-biasa saja, akan tetapi mengalami perubahan yang luar biasa mulai adanya kepemimpinan baru pada tahun 1997.
“SD Muhammadiyah menjadi sekolah unggul dan diminati masyarakat berkat perjuangan, ketangguhan, kominten dari para guru-guru yang tidak kenal lelah dan tidak pernah menghitung gaji yang mereka peroleh.” Ungkapnya.
Kegiatan diskusi berjalan sangat dinamis, banyak ungkapan pengalaman dari guru-guru senior selaku pelaku sejarah, dan masukan dan saran untuk menyempurnakan buku menjadi lebih baik. Bahkan salah satu rekomendasinya agar didakan FGD satu kali lagi untuk memastikan isi dapat merangkum peristiwa perjalanan SD Muhammmadiyah Metro Pusat. (ims)

