LAMPUNG TENGAH – Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung menggelar Kajian Pimpinan Regional 2 di Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (MBS) Poncowati, Lampung Tengah, pada Minggu (11/10/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Pleno PWM Lampung, Pimpinan Wilayah ’Aisyiyah (PWA) Lampung, serta pimpinan Organisasi Otonom (Ortom) tingkat wilayah. Turut hadir Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan ’Aisyiyah (PDA) dari Kota Metro, Lampung Selatan, dan Lampung Tengah, Ortom tingkat daerah, Unsur Pembantu Pimpinan (UPP) PDM Lampung Tengah, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan ’Aisyiyah (PCA) se-Lampung Tengah, hingga para kepala Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Kabupaten Lampung Tengah.
Ketua PDM Lampung Tengah, Ir. H. Sumaidi, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya sebagai tuan rumah. Ia berharap agenda ini menjadi momentum bagi para peserta untuk melihat lebih dekat perkembangan PPM MBS Poncowati.

Sementara itu, Ketua Majelis Tabligh PWM Lampung, Muhibun, berharap kajian ini mampu menjadi dorongan moral dalam berorganisasi untuk menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar.
“Majelis Tabligh mendapat amanah dari Pimpinan Pusat untuk terus bersinergi dengan Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) serta Majelis Tarjih dan Tajdid, agar dapat bergerak bersama dan terkoordinasi dalam dakwah,” ujar Muhibun.
Dukungan serupa disampaikan oleh Ketua PWM Lampung, Prof. Dr. Sudarman, M.Ag. Ia mengaku bangga dapat bersilaturahmi dengan para penggerak dan pelopor persyarikatan yang konsisten menghidupkan pengajian.
“Majelis Tabligh memiliki peran yang sangat vital. Ciri khas utama Persyarikatan Muhammadiyah adalah pengajian-pengajian yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh,” tegas Sudarman.

Hadir sebagai narasumber utama, Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren Pimpinan Pusat (LP2M PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Mu’rim Abdul Wahab, membawakan materi bertajuk “Mewujudkan Muslim Berkemajuan: Akidah Kokoh, Akhlak Mulia, dan Fikih Bijak di Era Kekinian”.
Dalam pemaparannya, Prof. Mu’rim menekankan pentingnya warga persyarikatan untuk memegang teguh nilai-nilai keislaman dan berkontribusi aktif di organisasi.
“Sebagai warga Muhammadiyah, kita harus menjadi pribadi yang berkemajuan dengan akidah yang kokoh serta muamalah yang baik, dengan senantiasa memahami dan mengamalkan Risalah Islam Berkemajuan (RIB) secara aktif dalam bermuhammadiyah,” tegasnya. (ade)

