METRO – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Metro mengapresiasi setinggi-tingginya langkah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bantul Metro Selatan yang sukses menggelar Kajian Duha dan Bakti Sosial Kesehatan di Masjid Nurhidayah, Minggu (1/11/2026) atau bertepatan dengan 21 Jumadil Awal 1448 H.
Kegiatan yang digelar dalam rangka menyongsong Milad ke-114 Muhammadiyah ini mengusung tema “Membawa Maslahat, Menebar Manfaat, dari Muhammadiyah untuk Ummat”.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua PDM Kota Metro, Hi. Kasimun, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada jajaran pengurus PCM Bantul Metro Selatan atas inisiatif pelayanan publik ini. Ia berharap program berbasis kepedulian sosial dan pembinaan keumatan semacam ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan di masa mendatang.
“Muhammadiyah perlu mengamalkan konsep Gerakan Jamaah dan Dakwah Jamaah (GJDJ) untuk mewujudkan dakwah yang membumi, berbasis komunitas di tingkat ranting, dan menyentuh realitas konkret masyarakat. Tanpa strategi ini, gerakan dakwah Muhammadiyah berisiko menjadi mengambang dan kehilangan pijakan di tingkat akar rumput,” tegasnya di hadapan para jamaah.
Lebih lanjut, Hi. Kasimun menjelaskan bahwa konseptualisasi GJDJ yang telah dirumuskan sejak Muktamar ke-37 hingga ke-39 mengarahkan Muhammadiyah untuk menggeser pendekatan dakwah. Dakwah tidak lagi sebatas lisan (tabligh), melainkan bertransformasi menjadi dakwah nyata yang menempatkan masyarakat sebagai subjek perubahan demi tercapainya kesejahteraan lahir dan batin.
Ia memaparkan empat pilar utama pentingnya pengamalan GJDJ di tengah kehidupan bermasyarakat:
- Pemberdayaan Masyarakat Multidimensi: Dakwah GJDJ menyasar aspek sosial, ekonomi, dan budaya secara terpadu untuk menyelesaikan persoalan riil di lingkungan tempat tinggal warga, bukan sekadar pembinaan spiritual semata.
- Dakwah Berbasis Komunitas yang Inklusif: Bergerak dari unit terkecil yaitu Ranting Muhammadiyah, pembinaan dilakukan secara bertahap, berkelompok, dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
- Kemandirian Umat (Community Development): Mendorong lahirnya inti jamaah sebagai penggerak lokal yang mengedukasi warga untuk saling peduli, merawat lingkungan, serta membangun kemandirian ekonomi secara gotong-royong.
- Perkaderan Kultural yang Solid: Menjadi sarana perkaderan informal yang efektif di akar rumput. Nilai-nilai Islam berkemajuan dan watak tajdid (pembaharuan) dapat tertanam secara wajar dan alami melalui interaksi sosial sehari-hari tanpa kesan menggurui.
Acara yang berlangsung ini diisi dengan beragam rangkaian kegiatan sosial dan keagamaan yang dirasakan langsung manfaatnya oleh warga sekitar, meliputi:
- Pengajian / Kajian Duha
- Pemeriksaan Kesehatan Gratis
- Layanan Fisioterapi
- Terapi Bekam
- Cukur Rambut Gratis
- Pembagian Sembako untuk Masyarakat Membutuhkan
- Bazar UMKM Produk Lokal warga dan simpatisan
Melalui integrasi pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan spiritualitas tersebut, PCM Bantul Metro Selatan terus menjadi pelopor dakwah inklusif yang senantiasa membawa kemaslahatan nyata bagi seluruh umat. (red)

