Kamis, Oktober 15, 2026
BerandaAUMPembukaan PKDTM 1 IPM MAM Metro, Kepala Madrasah Tekankan Pentingnya Berpikir Kritis...

Pembukaan PKDTM 1 IPM MAM Metro, Kepala Madrasah Tekankan Pentingnya Berpikir Kritis dan Keteladanan Kader

METRO – Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) MA Muhammadiyah (MAM) Metro menggelar pembukaan Pelatihan Kader Dasar Taruna Melati (PKDTM) 1 pada Kamis, 15 Oktober 2026. Kegiatan perkaderan tersebut berlangsung selama tiga hari dua malam, mulai 15 hingga 17 Oktober 2026, sebagai tahap awal pembinaan kader IPM di lingkungan madrasah.

Kepala MA Muhammadiyah Metro, Budiyanto, dalam sambutannya berpesan agar peserta dan panitia mengembangkan pola pikir kritis serta memiliki kepekaan terhadap berbagai situasi dan kondisi, baik di lingkungan pribadi, kelas, sekolah, maupun masyarakat.

“Setiap kader harus mampu membaca situasi dan kondisi di sekitarnya. Artinya, mereka harus memiliki kepekaan untuk memahami keadaan, mulai dari lingkungan terkecil, seperti diri sendiri dan kelas, hingga lingkungan sekolah dan masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.

Budiyanto menjelaskan bahwa berpikir kritis harus disertai kemampuan mencari solusi terhadap persoalan yang dihadapi. Menurutnya, sikap kritis tidak sebatas menyampaikan keluhan atau protes, tetapi merupakan upaya menemukan jalan keluar secara positif.

“Refleksivitas dan kemampuan berpikir kritis harus terus dikembangkan. Namun, berpikir kritis yang dimaksud adalah berpikir kritis secara positif, bukan sekadar mengeluh atau memprotes. Ketika menghadapi suatu permasalahan, seorang kader harus mampu mencari solusi. Itulah esensi dari berpikir kritis,” tegasnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya keteladanan panitia dan fasilitator selama proses perkaderan. Menurutnya, panitia dan fasilitator tidak hanya bertugas menyampaikan materi serta memberikan arahan, tetapi juga harus menunjukkan sikap dan perilaku yang sesuai dengan aturan yang telah disepakati bersama.

“Harus ada komitmen bersama untuk menaati aturan yang telah disepakati. Jangan sampai justru fasilitator atau panitia yang melanggar aturan. Hal ini penting karena ketidakkonsistenan tersebut dapat menjadi bumerang bagi panitia dan fasilitator sendiri,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa perkaderan merupakan proses pembelajaran berkelanjutan. Setiap kader perlu menjalankan perannya dengan penuh tanggung jawab, baik ketika menjadi peserta maupun saat dipercaya menjadi panitia atau fasilitator pada kegiatan berikutnya.

Budiyanto berharap seluruh rangkaian PKDTM 1 dapat berlangsung tertib, terencana, dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Ia menegaskan bahwa perbedaan teknis pelaksanaan, termasuk pengaturan tempat menginap, tidak boleh mengurangi esensi perkaderan dalam membentuk kader yang berkemajuan.

“Pada akhirnya, kita berharap perkaderan ini dapat membentuk calon kader yang berkemajuan. Setiap tindakan harus dipersiapkan dengan baik, disusun secara terstruktur, dan melalui perhitungan yang matang agar tujuan perkaderan dapat tercapai,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah IPM (PD IPM) Metro, Azis Zakarya, mengajak peserta mengikuti seluruh proses perkaderan dengan sungguh-sungguh serta menetapkan tujuan yang jelas. Ia menilai kejelasan tujuan menjadi salah satu hal penting agar peserta dapat memaksimalkan kesempatan belajar selama kegiatan berlangsung.

“Saya dulu juga berada di posisi seperti teman-teman dan dididik oleh guru-guru yang sama. Karena itu, manfaatkan proses perkaderan ini sebaik mungkin. Tentukan apa yang ingin dicapai, misalnya lebih berani berbicara di depan umum, menjadi pembawa acara, atau meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an. Dengan tujuan yang jelas, kita akan terus berusaha meskipun menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya.

Azis berharap peserta dapat menjadikan PKDTM 1 sebagai kesempatan untuk mengembangkan potensi diri, meningkatkan keterampilan, serta membangun komitmen dalam berorganisasi.

Senada dengan itu, Sekretaris Pimpinan Ranting IPM MA Muhammadiyah Metro, Abid Fatih, menyampaikan bahwa PKDTM 1 merupakan momentum awal bagi peserta untuk mengenal IPM dan memahami proses pembentukan jiwa kepemimpinan.

“Jadikan momentum ini sebagai kesempatan untuk belajar, berkembang, dan memahami bagaimana menjadi seorang pemimpin. Nikmati setiap prosesnya karena kesempatan seperti ini tidak selalu datang kembali. Perkaderan ini merupakan tahap awal bagi teman-teman untuk mengenal IPM sekaligus membangun jiwa kepemimpinan,” pesannya.

Abid juga berharap peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh dan menjadikan pengalaman perkaderan sebagai bekal untuk berorganisasi serta menjalankan amanah pada masa mendatang.

Melalui pelaksanaan PKDTM 1 yang berlangsung hingga 17 Oktober 2026 ini, peserta diharapkan memperoleh pengetahuan dan pengalaman dasar dalam berorganisasi, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta menumbuhkan sikap tanggung jawab dan kepemimpinan sebagai bagian dari proses pengkaderan IPM. (ipmmam)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini