TRIMURJO — Perkemahan Penerimaan Tamu Qobilah Muhammad Al-Fatih MA Muhammadiyah Metro dilaksanakan pada 11–13 September 2026 di Lapangan Desa Pujoasri, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran di luar madrasah untuk melatih kemandirian, kedisiplinan, dan kedewasaan peserta didik.
Kepala Madrasah Aliyah Muhammadiyah Metro, Budiyanto, S.Pd., dalam amanatnya pada Apel Pembukaan Perkemahan menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar aktivitas di luar madrasah, tetapi menjadi ruang belajar yang diharapkan membawa kebaikan bagi para peserta.
“Di kemah ini akan mengajarkan kemandirian. Seluruh kegiatan ini bagian dari pembelajaran yang akan membawa kebaikan,” ujar Budiyanto.
Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan seluruh rangkaian kegiatan untuk belajar menjadi pribadi yang lebih dewasa, mandiri, dan mampu bertanggung jawab terhadap diri sendiri maupun kelompok.
Budiyanto juga mengingatkan panitia dan peserta agar tetap memperhatikan ibadah selama mengikuti kegiatan. Menurutnya, kegiatan di luar madrasah harus tetap menjadi sarana untuk memperkuat karakter dan nilai-nilai keagamaan.
“Panitia agar lebih aktif dalam hal ibadah. Mari kita ingat baik-baik, jaga sikap, sopan santun, dan komunikasi dengan masyarakat sekitar,” pesannya.
Ia menegaskan bahwa selama berada di lingkungan masyarakat, seluruh peserta membawa nama baik MA Muhammadiyah Metro. Karena itu, peserta diminta menunjukkan sikap dan perilaku yang mencerminkan karakter baik sebagai pelajar. “Tunjukkan bahwa kita memiliki karakter yang baik,” lanjutnya.

Budiyanto juga mendorong madrasah dan siswa untuk berani melaksanakan kegiatan di luar lingkungan sekolah. Menurutnya, pengalaman belajar secara langsung di tengah lingkungan masyarakat dapat memberikan pembelajaran yang berbeda dan membentuk kesiapan siswa menghadapi berbagai situasi.
Melalui perkemahan tersebut, ia berharap para peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, dewasa, berkarakter, serta mampu menjaga nama baik madrasah di tengah masyarakat.
Selain kegiatan perkemahan, panitia juga berkolaborasi dengan Lazismu Daerah Kota Metro dengan menyerahkan 20 bibit alpukat kepada Kepala Kampung dan Bayan Desa Pujoasri. Penyerahan bibit tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkuat hubungan antara madrasah, masyarakat, dan lembaga sosial dalam menghadirkan manfaat yang berkelanjutan. (red)

