METRO, LAMPUNG — Sebanyak enam guru dari SD Muhammadiyah Soekarno Hatta, Kotabumi, resmi ditarik kembali oleh pihak sekolah setelah menyelesaikan program magang di SD Muhammadiyah Metro Pusat pada Senin (31/8/2026). Program kolaborasi antarlembaga pendidikan Muhammadiyah ini berlangsung dalam dua gelombang dengan durasi masing-masing 15 hari.
Kepala SD Muhammadiyah Metro Pusat, Ihwan, S.Ag., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi para peserta magang selama beraktivitas di lingkungan sekolah. Ia menilai dinamika pembelajaran di lapangan berjalan melampaui ekspektasi awal, terutama karena keaktifan para guru dalam menggali informasi di luar jadwal formal.
“Pembelajaran terbaik justru didapatkan ketika kita aktif menggali informasi di luar jadwal. Pengalaman langsung seperti inilah yang sangat berharga,” ujar Ihwan di hadapan jajaran wakil kepala sekolah SD Muhammadiyah Soekarno Hatta dan para peserta magang.
Sebagai tindak lanjut kegiatan, Ihwan menekankan dua bentuk pelaporan yang harus diselesaikan. Pertama, penugasan Jurnal Harian sebagai laporan administratif resmi yang memuat tanggal, jam, lokasi, narasumber, serta poin pembelajaran. Kedua, penulisan Karya Tulis (Buku Antologi).
Seluruh catatan jurnal selama kegiatan akan disatukan menjadi satu naskah naratif terpadu setebal sekitar 10 halaman. Naskah tersebut nantinya diserahkan kepada Tim Editor SD Muhammadiyah Metro Pusat untuk disunting hingga siap diterbitkan menjadi buku antologi.
Ditemui secara terpisah, salah satu peserta magang, Nurani Jayanti, menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas penerimaan dan bimbingan hangat dari seluruh jajaran manajemen, guru, serta staf SD Muhammadiyah Metro Pusat.
“SD Muhammadiyah Metro Pusat adalah sekolah luar biasa dengan manajemen tertata rapi dan visioner. Guru-gurunya memiliki etos kerja, loyalitas tinggi, serta prestasi yang membanggakan. Kami belajar banyak bahwa menjadi guru bukan berarti berhenti belajar, melainkan terus berproses menjadi sosok yang mampu digugu dan ditiru,” ungkap Nurani.
Nuraini juga berterima kasih atas cenderamata berupa buku karya Ihwan berjudul “Membangun Sekolah Berkemajuan”. Menurutnya, karya literasi tersebut menjadi rujukan berharga bagi para pendidik dalam memahami cara seorang pemimpin membangun budaya sekolah yang berkualitas. (ims)

