METRO – Komitmen dalam menghadirkan pengabdian yang berdampak bagi masyarakat terus diwujudkan oleh peserta Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah (KKN Mu) Universitas Muhammadiyah Metro. Melalui program Daurah Tahsin Al-Fatihah, mahasiswa yang bertugas di Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Karangrejo, Metro Utara, mengajak santri putri Pondok Pesantren Aisyiyah Imadul Bilad untuk memperdalam bacaan Surah Al-Fatihah sesuai kaidah tajwid yang benar (2/8).
Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Sarah Al-Khorasy tersebut menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat Muhammadiyah yang berorientasi pada penguatan kualitas ibadah sekaligus pembinaan keislaman. Seluruh rangkaian acara dikemas secara interaktif, mulai dari pembukaan, penyampaian materi tahsin, hingga praktik membaca Al-Fatihah secara langsung dengan pendampingan pemateri. Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada setiap peserta untuk memperbaiki makhraj, panjang pendek bacaan, serta penerapan hukum tajwid secara bertahap.
Ketua PRM Karangrejo, Aris Sumanto, S.Sos., menyampaikan apresiasinya terhadap program yang diinisiasi peserta KKN Mu. Menurutnya, kegiatan tersebut mencerminkan semangat dakwah Muhammadiyah yang diwujudkan melalui pembinaan keagamaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif peserta KKN Mu Universitas Muhammadiyah Metro. Program seperti ini bukan hanya memberikan ilmu kepada para santri, tetapi juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, Persyarikatan Muhammadiyah, dan masyarakat dalam membangun generasi yang semakin dekat dengan Al-Qur’an. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Panitia Pelaksana, Muti’atus Sholihah, menjelaskan bahwa Surah Al-Fatihah merupakan surah yang paling sering kita baca dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam salat. Bahkan, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa tidak sah salat seseorang yang tidak membaca Ummul Qur’an (Al-Fatihah). Oleh karena itu, memperbaiki bacaan Al-Fatihah bukan sekadar mempelajari ilmu tajwid, tetapi juga merupakan ikhtiar untuk menyempurnakan kualitas ibadah kita kepada Allah Swt.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi mampu menjadi langkah awal bagi para santri untuk terus memperbaiki bacaan Al-Qur’an, diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi amal jariyah untuk kita semua. Melalui kegiatan ini kita dapat belajar bersama, saling memperbaiki bacaan sesuai dengan makharijul huruf dan kaidah tajwid yang benar.” tuturnya.
Melalui Daurah Tahsin Al-Fatihah ini, peserta KKN Mu Universitas Muhammadiyah Metro kembali menegaskan perannya sebagai agen dakwah dan pemberdayaan masyarakat. Sinergi yang terbangun bersama PRM Karangrejo dan Pondok Pesantren Aisyiyah Imadul Bilad diharapkan menjadi ikhtiar bersama dalam menumbuhkan generasi Qur’ani yang memiliki bacaan Al-Qur’an yang baik, benar, serta mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. (Crew)

