LAMPUNG TIMUR – SMP dan SMA Muhammadiyah Al-Ghifari Pondok Pesantren Muhammadiyah (PontrenMu) Abu Dzar Al-Ghifari Batanghari, Lampung Timur menyelenggarakan Penerimaan Tamu Qobilah (PTQ) Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Qobilah Nyi Ageng Serang dan Bung Hatta pada 27 Juli–1 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 281 peserta, terdiri atas 161 siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Al-Ghifari dan 120 siswa kelas X SMA Muhammadiyah Al-Ghifari.
Mengusung tema “Perkemahan Hizbul Wathan, Kita Bentuk Pribadi yang Tangguh, Mandiri, dan Bertanggung Jawab,” kegiatan ini bertujuan membentuk karakter kader Muhammadiyah yang berakhlak mulia, disiplin, mandiri, serta memiliki jiwa kepemimpinan sejak dini melalui pendidikan kepanduan Hizbul Wathan.
Pelaksanaan PTQ dibagi menjadi dua gelombang. Perkemahan santri banin (putra) berlangsung pada 27–29 Juli 2026, sedangkan santri banat (putri) mengikuti kegiatan pada 30 Juli–1 Agustus 2026.
Pembukaan PTQ santri banin secara resmi dibuka oleh Kepala SMP Muhammadiyah Al-Ghifari, M. Romadona. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Hizbul Wathan merupakan bagian integral dari sistem pendidikan Muhammadiyah yang tidak hanya membekali peserta didik dengan keterampilan kepanduan, tetapi juga membentuk karakter Islami.
“Karakter tidak dibentuk dalam waktu singkat, tetapi melalui proses pembiasaan. Melalui Hizbul Wathan, peserta didik dilatih memiliki semangat kebersamaan, kepedulian, kemandirian, serta tanggung jawab yang akan menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, pembukaan PTQ santri banat dilakukan oleh Ketua Qobilah Hizbul Wathan SMP dan SMA Muhammadiyah Al-Ghifari, Tisno. Ia menekankan bahwa Penerimaan Tamu Qobilah merupakan bagian dari proses kaderisasi yang harus dimaknai secara sungguh-sungguh oleh setiap peserta.
“Di sinilah kalian belajar menjadi pribadi yang disiplin, mandiri, berani mengambil tanggung jawab, serta siap mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Jadikan perkemahan ini sebagai awal perjalanan menjadi kader Muhammadiyah yang berkemajuan,” tuturnya.
Selama perkemahan, peserta memperoleh berbagai materi dan praktik kepanduan sebagai bekal pengetahuan sekaligus keterampilan. Materi yang diberikan meliputi sejarah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan untuk mengenalkan perjalanan organisasi dalam mencetak kader Persyarikatan Muhammadiyah, pelatihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) guna menanamkan disiplin, kekompakan, dan kepemimpinan, serta pelatihan penanggulangan kebakaran. Pada sesi penanggulangan kebakaran, peserta dikenalkan dengan langkah-langkah pencegahan kebakaran hingga cara bersikap cepat dan tepat ketika menghadapi situasi darurat.
Sepanjang kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap rangkaian agenda. Semangat kebersamaan, disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab tampak mewarnai seluruh aktivitas perkemahan.
Melalui Penerimaan Tamu Qobilah Hizbul Wathan ini, SMP dan SMA Muhammadiyah Al-Ghifari Batanghari berharap lahir kader-kader Hizbul Wathan yang tangguh menghadapi tantangan zaman, mandiri dalam bertindak, serta bertanggung jawab sebagai pelajar, kader Muhammadiyah, dan calon pemimpin umat di masa mendatang. (Naqiyya)

