Rabu, April 15, 2026
BerandaAUMSD Muhammadiyah Metro Pusat Berbagi Strategi Sekolah Model AI dengan SD Aisyiyah...

SD Muhammadiyah Metro Pusat Berbagi Strategi Sekolah Model AI dengan SD Aisyiyah Kalianda

METRO-SD Muhammadiyah Metro Pusat menerima kunjungan studi banding dari SD Aisyiyah Kalianda pada Jumat, 10 April 2026. Rombongan yang terdiri dari kepala sekolah dan lima orang guru tersebut disambut langsung oleh Kepala SD Muhammadiyah Metro Pusat, Ihwan, di Ruang Pertemuan Kampus 2 setempat.

Kepala SD Aisyiyah Kalianda, Roy Kasmarin, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan langkah strategis menyusul ditetapkannya sekolah mereka sebagai Sekolah Model Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial (AI).

“Kunjungan ini dalam rangka sharing program dan pendalaman materi. Kami menargetkan program ini sudah berjalan pada tahun ajaran baru mendatang, mengikuti jejak keberhasilan yang telah dilakukan SD Muhammadiyah Metro Pusat,” ujar Roy.

Dalam sesi pemaparan, Ihwan menjelaskan bahwa transformasi menuju sekolah model berbasis teknologi memerlukan langkah-langkah terstruktur, antara lain:

  • Perubahan Pola Pikir (Mindset): Membuka keterbukaan seluruh elemen sekolah terhadap inovasi digital.
  • Penguatan Identitas: Menentukan branding sekolah yang kuat sebagai ciri khas lembaga.
  • Standarisasi SDM: Memperkuat kurikulum yang relevan dengan zaman dan memposisikan guru sebagai model utama dalam proses pembelajaran.
  • Ekosistem Modern: Menciptakan lingkungan sekolah yang inspiratif dengan manajemen yang efisien dan transparan.

Meskipun fokus pada pengembangan teknologi seperti AI dan Koding, Ihwan menekankan pentingnya menjaga Budaya Karakter Siswa. Menurutnya, kemajuan kognitif harus tetap berpijak pada fondasi moral yang utama.

Di akhir pertemuan, Ihwan menyampaikan apresiasinya atas kunjungan tersebut. Ia berharap kolaborasi ini dapat menghasilkan dokumentasi kurikulum yang konkret.

“Kita sama-sama belajar karena ini hal baru yang menuntut pemahaman mendalam. Harapannya, konsep ini dapat dibukukan sebagai pegangan resmi dan menjadi dokumen yang siap ditularkan ke sekolah-sekolah lain,” pungkas Ihwan. (ims)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini