Minggu, Juni 28, 2026
BerandaBeritaPengajian Syawalan PDM Metro, Ustadz Mujiman Ajak Jamaah Memperkuat Ukhuwah

Pengajian Syawalan PDM Metro, Ustadz Mujiman Ajak Jamaah Memperkuat Ukhuwah

METRO — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Metro menggelar Pengajian Syawalan 1447 Hijriah, yang dirangkaikan dengan silaturahmi dan halal bihalal, dengan menghadirkan Ustadz Mujiman Korps Mubaligh Muhammadiyah Bantul Jogjakarta, sebagai penceramah utama, berlangsung pukul 13.00 di Sport Center SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan (MuAD) Metro, pada Sabtu,4/4/2026.

Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan cabang, pimpinan Muhammadiyah (PCM) Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) serta unsur lembaga, majelis, dan ortom di lingkungan PDM Kota Metro, serta Pleno PD Muhammadiyah dan Aisyiyah Kota Metro.

Pantauan jurnalis MPI PDM Kota Metro, bahwa antusiasme jamaah cukup tinggi, panitia menyiapkan sekitar 800 kursi dan menambah kursi cadangan dari area kantin SMPMuAd Metro.

Wakil Ketua PDM Kota Metro, Dr Mukhtar Hadi, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin mewakili pimpinan. Ia juga menjelaskan bahwa Ketua PDM, Haji Kustono, berhalangan hadir karena agenda keluarga di Pulau Jawa.

Selain itu, ia memohon maaf apabila tempat pelaksanaan belum sepenuhnya memadai bagi seluruh jamaah. Ia menegaskan bahwa bulan Syawal harus dimaknai sebagai momentum peningkatan amal ibadah, penguatan amal usaha, serta kontribusi nyata bagi umat.

“Momentum Syawal ini harus kita jadikan sebagai sarana peningkatan diri, baik dalam ibadah maupun kontribusi nyata di Muhammadiyah. Kami juga memohon maaf apabila pelaksanaan kegiatan ini belum sepenuhnya memberikan kenyamanan bagi seluruh jamaah,” ujarnya.

Dr. Mukhtar Hadi juga mengapresiasi kehadiran Ustadz Mujiman yang aktif mengisi kajian islami, melalui berbagai media.

Lebih lanjut Ia turut menyampaikan perkembangan amal usaha Muhammadiyah di Kota Metro, kepada para jamaah, baik di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, hingga ekonomi sebagai bentuk dakwah nyata.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Mujiman menegaskan bahwa keselamatan di akhirat tidak ditentukan oleh label organisasi semata, melainkan sejauh mana seseorang mengikuti ajaran Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam, sesuai Al-Qur’an dan Sunnah.

“Keselamatan di akhirat bukan karena label, tetapi karena sejauh mana kita mengikuti ajaran Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam, amal yang paling dicintai Allah adalah amal wajib, maka itu yang harus kita jaga terlebih dahulu,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa menjaga salat, terutama salat Asar, serta berbakti kepada kedua orang tua merupakan amalan utama yang harus diprioritaskan.

Ustadz Mujiman juga menjelaskan bahwa dakwah tidak hanya melalui lisan, tetapi melalui tindakan nyata. Ia mencontohkan bagaimana Rasulullah, menghapus mitos jahiliyah dengan menikah di bulan Syawal, sehingga tradisi tersebut berubah menjadi hal yang positif di tengah masyarakat.

Ia mengingatkan pentingnya membersihkan hati dari empat penyakit utama, yaitu kesombongan, sifat rakus, amarah, serta iri dan dengki. Menurutnya, penyakit hati tersebut dapat merusak ruhani dan menghambat persatuan umat.

Untuk mempererat ukhuwah, ia mengajak jamaah menerapkan prinsip tidak mengganggu orang lain, semangat berkontribusi, sikap sabar dan pemaaf, serta membangun komunikasi yang baik.

“Dakwah tidak cukup dengan kata-kata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Ketika hati bersih dari kesombongan, iri, dan amarah, maka ukhuwah akan kuat,” tambahnya.

Menutup tausiyahnya, Ustadz Mujiman mengajak umat untuk memulai perubahan dari diri sendiri dengan mengamalkan ilmu dan memperkuat ukhuwah, dengan ajakan beramal nyata. (Guswir)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini