METRO-Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Kompleks Muhammadiyah Metro. Pada kesempatan tersebut, tausyiah disampaikan oleh H. Kasimun yang mengangkat tema pentingnya kembali kepada fitrah sekaligus menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari ibadah, pada Jum’at,20/3/2026.
Dalam tausyiahnya, H. Kasimun mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur atas nikmat iman, Islam, dan kesehatan yang diberikan oleh Allah SWT sehingga dapat menunaikan ibadah Ramadan dan merayakan Idul Fitri bersama keluarga.
Ia juga mengingatkan tentang kerinduan kepada keluarga yang telah mendahului, seraya mendoakan agar mereka mendapat ampunan dari Allah SWT.
“Iedul Fitri adalah momentum kembali kepada fitrah, baik fitrah iman maupun fitrah sebagai khalifah di muka bumi,” ujarnya di hadapan jamaah.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan umat Islam dalam menjalani ibadah Ramadan selama sebulan penuh harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari selama 11 bulan ke depan. Nilai-nilai seperti ketakwaan, kedermawanan, kesabaran, serta sikap saling memaafkan diharapkan tetap terjaga dan diamalkan secara konsisten.
Dalam bagian penting tausyiahnya, H. Kasimun menyoroti berbagai bencana alam yang terjadi belakangan ini, seperti tanah longsor, krisis air bersih, pencemaran udara, hingga perubahan iklim. Menurutnya, berbagai musibah tersebut tidak lepas dari ulah manusia yang merusak lingkungan.

Ia mengutip pesan Al-Qur’an bahwa kerusakan di muka bumi terjadi akibat perbuatan tangan manusia, sebagai peringatan agar manusia kembali ke jalan yang benar.
“Manusia seharusnya menjadi pemelihara alam, namun justru sebagian menjadi perusak. Ini yang harus kita renungkan bersama,” tegasnya.
Kasimun juga mengingatkan bahwa Islam bukan hanya mengatur ibadah ritual, tetapi juga mengajarkan tanggung jawab ekologis. Ia mengutip hadis Rasulullah SAW tentang pentingnya menanam pohon, bahkan di saat akhir kehidupan sekalipun, sebagai simbol optimisme dan kepedulian terhadap lingkungan.
Selain itu, ia mengajak jamaah untuk memulai langkah nyata dalam menjaga alam, seperti mengurangi pemborosan, menjaga kebersihan, serta menanam pohon sebagai bentuk sedekah yang pahalanya terus mengalir.
Mengakhiri tausyiahnya, H. Kasimun mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum taubat, termasuk taubat ekologis, dengan berhenti merusak alam dan mulai memperbaikinya.
“Menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah. Mari kita menjadi pelopor kebaikan dan menjaga bumi sebagai rahmat bagi seluruh alam,” pungkasnya.
H.Kasimun menambahkan bahwa, momentum ini menjadi pengingat penting, bahwa nilai-nilai Ramadan harus terus hidup dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjaga keseimbangan alam dan lingkungan.
Pantauan Jurnalis MPI PDM Kota Metro, bahwa, pelaksanaan Salat Idul Fitri di Kompleks Muhammadiyah Metro ini, diikuti oleh ratusan jamaah dari berbagai kalangan masyarakat. terpantau para sesepuh Muhammadiyah dan Pleno PDM Kota Metro turut hadir, dan pimpinan amal usaha Muhammadiyah, serta pimpinan ortom. Antusias jamaah terlihat mulai dari pelaksanaan salat, hingga Tausyiah berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan. (Guswir)

