Minggu, Juni 7, 2026
BerandaBeritaTarawih Perdana, Dr. Bairuz Salim, Yakinkan Jamaah: KHGT Sebagai Solusi Kesatuan Umat

Tarawih Perdana, Dr. Bairuz Salim, Yakinkan Jamaah: KHGT Sebagai Solusi Kesatuan Umat

METRO-Jamaah Masjid Baiturozzak Muhammadiyah Metro Timur melaksanakan shalat tarawih perdana sekaligus mendengarkan tausyiah yang disampaikan oleh Dr. Bairuz Salim, M.Ag., Selasa malam Rabu, 1 Ramadan 1447 H, 17 Februari 2026.

Dalam ceramahnya, Ketua Majelis Tarjih PWM Lampung tersebut menekankan bahwa bulan suci Ramadan harus menjadi momentum bagi setiap muslim untuk mengoptimalkan amal saleh, mulai dari infak, sedekah, hingga pembersihan diri. Target utamanya adalah mencapai derajat Muttaqin atau insan yang bertakwa sebagaimana dijanjikan Allah SWT dalam Al-Qur’an.

Ia menjelaskan terkait potensi perbedaan awal Ramadan, Dr. Bairuz membedah landasan syar’i dan metode ilmiah yang digunakan. Beliau menjelaskan bahwa Muhammadiyah menggunakan Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT), yang berorientasi pada kesatuan seluruh dunia.

“Adapun parameter KHGT, seluruh kawasan dunia dianggap sebagai satu kesatuan matlak, bulan baru dimulai secara bersamaan di seluruh kawasan. Bulan baru dimulai apabila di bagian bumi mana pun di dunia sebelum. Pukul 24.00 GMT telah terpenuhi kriteria: elongasi 8° atau lebih dan ketinggian hilal di atas ufuk saatmatahari terbenam minimal 5°.” terangnya.

Lebih lanjut, beliau meluruskan pandangan mengenai ketaatan kepada Ulul Amri (pemimpin). Menurutnya, para ulama memiliki banyak tafsir mengenai makna tersebut. Beliau menjelaskan bahwa dalam urusan administrasi kenegaraan, umat wajib patuh pada pemerintah, namun dalam urusan kedalaman agama dan teknis ibadah, umat merujuk pada ijtihad para ulama dan ahli fikih.

“Berbeda memulai puasa dengan ketetapan pemerintah bukan berarti tidak taat. Ini adalah ranah ijtihad keagamaan di mana kita mengikuti pandangan ulama yang kita yakini keilmuannya,” tegasnya.

Di akhir tausyiah, Dr. Bairuz mengingatkan jamaah untuk tidak sekadar menjalankan puasa level “awam” yang hanya menahan lapar dan haus. Beliau mengajak jamaah Masjid Baiturozak untuk naik kelas ke tingkat Shaumul Khusus, yakni puasa yang juga melibatkan penjagaan lisan, mata, telinga, hingga hati dari segala bentuk maksiat.

“Jangan sampai puasa kita sia-sia. Allah tidak butuh rasa lapar kita jika lidah kita masih berkata kotor dan perilaku kita masih menyakiti orang lain,” tutupnya sebelum memulai rangkaian shalat tarawih.

Sebelum ditutup, seluruh jamaah diajak  berdoa, memohon agar seluruh jamaah diberikan kesehatan dan kekuatan iman untuk menuntaskan ibadah Ramadan hingga hari kemenangan tiba.(ims)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini