Minggu, Februari 15, 2026
BerandaAUMLampung Tembus 5 Besar Nasional di OlympicAD VIII Makassar

Lampung Tembus 5 Besar Nasional di OlympicAD VIII Makassar

MAKASSAR – Kontingen Lampung sukses mengukir prestasi gemilang dalam ajang Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) VIII yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 11-14 Februari 2026. Lampung berhasil mengamankan peringkat ke-5 nasional setelah bersaing ketat dengan peserta dari seluruh Indonesia.

Kepastian posisi lima besar tersebut diraih setelah kontingen Lampung berhasil mengumpulkan total 43 medali, yang terdiri dari:20 Medali Emas, 10 Medali Perak dan 13 Medali Perunggu.

Pada ajang bergengsi ini, Lampung mengirimkan 130 peserta dengan mengikuti 102 cabang lomba, yang didampingi oleh 108 pendamping.

Apresiasi dari Pimpinan Wilayah
Penghargaan peringkat ke-5 tersebut diterima langsung oleh Ma’ruf Abidin, S.Ag., dengan didampingi Kepala SMP Ahmad Dahlan di Auditorium Balai Sidang Unismuh Makassar, Sabtu (14/2/2026).

Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung, Ma’ruf Abidin, M.Si., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kontingen. Ia menekankan bahwa perjuangan seluruh peserta telah membawa harum nama daerah di kancah nasional.

“Atas nama PWM Lampung, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh kontingen, baik yang menyumbangkan medali maupun yang belum, karena kalian semua membawa nama Lampung. Sukses untuk Lampung yang menjadi provinsi terbaik kedua di luar Pulau Jawa pada OlympicAD VIII ini. Selamat, dan tahun depan harus lebih baik lagi,” ujar Ma’ruf.


Di sisi lain, Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Lampung, Sigit Atmojo, M.Pd., menegaskan bahwa prestasi ini merupakan buah dari kerja keras kolektif di tingkat sekolah. Ia menjelaskan bahwa Majelis Wilayah lebih berperan dalam menciptakan ekosistem dan iklim kompetisi yang sehat.

“Pembinaan teknis sepenuhnya dilakukan oleh sekolah dan madrasah masing-masing, melalui tangan dingin para guru pembina dan dukungan penuh orang tua. Peran Majelis Wilayah adalah mendorong semangat berprestasi, memperkuat koordinasi, serta memastikan ruang partisipasi terbuka luas,” jelas Sigit.

Ia berharap capaian ini tidak membuat sekolah cepat berpuas diri, melainkan menjadi pemicu untuk terus menumbuhkan budaya prestasi yang berkelanjutan.

“Ke depan, capaian ini menjadi penyemangat untuk terus memupuk budaya prestasi di sekolah dan madrasah, dengan tetap menempatkan sekolah sebagai aktor utama pembinaan,” pungkasnya.(Ims)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini