Minggu, Februari 15, 2026
BerandaAUMLAZISMU RSU Muhammadiyah Metro, Garda Terdepan Dakwah Sosial Berkemajuan

LAZISMU RSU Muhammadiyah Metro, Garda Terdepan Dakwah Sosial Berkemajuan

Oleh: Ust. Nurrohman
Editor: Guswir

Spirit Al-Ma’un merupakan denyut nadi gerakan Muhammadiyah. Sejak awal berdirinya oleh Ahmad Dahlan, tafsir praksis atas Surah Al-Ma’un tidak berhenti pada pemahaman tekstual, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata membela kaum dhuafa dan mustadh‘afin.

Dalam berbagai catatan sejarah, Kiai Dahlan tidak hanya mengajarkan Surah Al-Ma’un berulang-ulang kepada murid-muridnya, tetapi meminta mereka membuktikan pemahaman itu dengan tindakan nyata membantu fakir miskin dan anak yatim.

Spirit praksis inilah yang menjadi fondasi lahirnya Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam, Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar dan Tajdid.

Allah SWT berfirman:
أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ ۝ فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ ۝ وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ
(QS. Al-Ma’un: 1–3)

Ayat ini menjadi basis teologis bahwa keberagamaan sejati harus menghadirkan keberpihakan sosial. Inilah yang kemudian dirumuskan dalam Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah (MKCH) yakni mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

*Teologi Al-Ma’un dan Pilar Dakwah Muhammadiyah*

Dalam buku Teologi Al-Ma’un: Membumikan Tafsir Sosial Al-Qur’an, Amien Rais menegaskan bahwa Al-Ma’un adalah teologi pembebasan—agama harus hadir membela kaum mustadh‘afin.

Sementara itu, Ahmad Syafii Maarif mengingatkan bahwa keberagamaan yang tidak melahirkan empati sosial adalah keberagamaan yang kehilangan ruhnya.

Gagasan ini diperkuat oleh Haedar Nashir dalam Islam Berkemajuan: Untuk Peradaban Dunia, bahwa Islam berkemajuan adalah Islam yang menghadirkan kemaslahatan nyata, membangun sistem sosial yang adil, dan menebarkan rahmat bagi seluruh alam.

Dari sinilah lahir Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial—sebagai wujud konkret dakwah transformatif.

Penguatan Dimensi Kelembagaan: LAZISMU sebagai Instrumen Resmi Persyarikatan
Lazismu merupakan Lembaga Amil Zakat Nasional resmi milik Persyarikatan Muhammadiyah yang memiliki legalitas nasional, sistem tata kelola profesional, standar akuntabilitas publik, serta mekanisme audit yang terstruktur.

Sebagai bagian integral dari sistem gerakan Muhammadiyah, LAZISMU bukan sekadar lembaga penghimpun dana, melainkan instrumen dakwah sosial dan pemberdayaan umat yang berbasis manajemen modern, transparansi, serta prinsip syariah.

Di tingkat lokal, Kantor Layanan LAZISMU yang berada di lingkungan RSU Muhammadiyah Metro menjadi perpanjangan tangan Persyarikatan dalam menguatkan pilar kesehatan. Keberadaannya bukan berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dalam struktur organisasi Muhammadiyah dan jejaring AUM.

Pengelolaan dana ZISKA dilaksanakan berdasarkan firman Allah SWT:
إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ…
(QS. At-Taubah: 60)

Serta dijiwai oleh sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam,

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ayat dan hadis ini menjadi fondasi etika kelembagaan: amanah, profesional, transparan, dan akuntabel.

*LAZISMU RSUMM: Dakwah Kesehatan yang Membebaskan*

Sebagai Kantor Layanan di RSU Muhammadiyah Metro, LAZISMU RSUMM menghadirkan dakwah sosial melalui:
– Bantuan biaya pasien kurang mampu
– Layanan pemulasaraan dan penghantaran jenazah gratis
– Layanan penghantaran pasien
– Griya Lazismu (penginapan gratis keluarga pasien)
– Program sosial responsif sesuai kebutuhan umat

Program-program tersebut menegaskan bahwa rumah sakit Muhammadiyah bukan sekadar pusat layanan medis, tetapi juga pusat gerakan kemanusiaan.

Pesan Ahmad Dahlan tetap relevan:
“Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah.”
Etos ini menjadi ruh pengabdian para amil dan seluruh civitas hospitalia bahwa setiap pelayanan adalah ibadah, dan setiap pengorbanan adalah bagian dari tajdid sosial.

*Peneguhan Gerakan, Dari Filantropi Menuju Peradaban*

Spirit Al-Ma’un tidak boleh berhenti pada aktivitas karitatif. Ia harus terus bergerak menjadi kekuatan pemberdayaan, transformasi sosial, dan pembangunan peradaban.

LAZISMU RSUMM adalah bagian dari ikhtiar kolektif Persyarikatan Muhammadiyah dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang berkeadilan dan berkemajuan. Melalui tata kelola yang profesional, kolaborasi kelembagaan, serta partisipasi warga Persyarikatan, dakwah sosial ini diharapkan semakin kokoh dan berkelanjutan.

Dengan demikian, kehadiran LAZISMU RSU Muhammadiyah Metro bukan sekadar unit layanan sosial, melainkan manifestasi gerakan Islam berkemajuan gerakan yang memadukan iman, ilmu, dan amal untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Inilah dakwah yang membumi, berdaya, dan mencerahkan. Dakwah yang tidak berhenti pada wacana, tetapi bergerak menjadi amal nyata untuk kemaslahatan umat dan kemajuan bangsa.

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini