Selasa, Februari 10, 2026
BerandaBeritaKajian Tafsir Al-‘Adiyat Tekankan Kesetiaan, Amal Saleh, dan Orientasi Akhirat

Kajian Tafsir Al-‘Adiyat Tekankan Kesetiaan, Amal Saleh, dan Orientasi Akhirat

Metro — Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bantul Metro Selatan (BMS) bersama Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Rejomulyo secara konsisten menyelenggarakan kajian tafsir Al-Qur’an, yang dilaksanakan secara bergiliran dari rumah ke rumah sebagai bagian dari dakwah pencerahan yang membumi di tengah jamaah.

Kegiatan yang telah berlangsung selama kurang lebih 24 tahun ini, pada pekan kedua setiap bulan di Selasa malam, yang difokuskan pada tafsir Al-Qur’an secara runtut, pada Selasa (Malam), 10/2/2026.

Pemateri disampaikan oleh Ust. Abdullah Munib, merupakan kader PRM Rejomulyo,
Kegiatan yang diikuti oleh kader PRM Rejomulyo dan masyarakat umum, serta turut dihadiri Apt. Adnan Abdi, S.Far. selaku Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bantul Metro Selatan (BMS) sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan dakwah dan pembinaan keislaman di tingkat ranting.

Dalam pemaparannya, Ust. Abdullah Munib menjelaskan bahwa Surah Al-‘Adiyat mengandung pesan mendalam tentang karakter dasar manusia dan orientasi hidup seorang mukmin.

Ia menyampaikan bahwa Allah Swt. bersumpah dengan kuda perang (khail al-mujahidin) untuk menegaskan sifat manusia yang kerap lalai dan kufur terhadap nikmat-Nya, sementara kuda justru menunjukkan kesetiaan, kepatuhan, dan tidak melupakan jasa tuannya.

“Melalui Surah Al-‘Adiyat, Allah Swt. mengingatkan bahwa manusia pada dasarnya cenderung lalai dan kufur terhadap nikmat-Nya, sementara makhluk seperti kuda perang justru menunjukkan kesetiaan dan ketaatan. Dari sini kita diajak menjadi hamba yang taat, tidak melupakan jasa, serta senantiasa bersyukur,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa surah ini juga mengungkap tabiat manusia yang sangat mencintai harta dan dunia. Menurutnya, kecintaan berlebihan terhadap dunia sering kali menjauhkan manusia dari nilai keadilan dan kejujuran.

“Cinta dunia itu menyenangkan, tetapi tidak menenangkan. Karena itu, orang yang mampu menjadikan dunia bukan sebagai tujuan utama hidupnya adalah pribadi yang istimewa di sisi Allah,” ungkapnya.

Pada bagian akhir, Ust. Abdullah Munib mengingatkan jamaah agar menjadikan amal saleh sebagai bekal utama menghadapi kematian dan hari kebangkitan.

“Keselamatan sejati tidak terletak pada kekuatan dan perlindungan duniawi, tetapi pada kedekatan kepada Allah Swt. Bahkan kebaikan sekecil apa pun—termasuk senyuman dan sikap baik kepada sesama—akan bernilai sebagai bekal saat kembali kepada-Nya,” tutupnya.

Sekretaris PCM Bantul Metro Selatan berharap, kajian tafsir ini menjadi ikhtiar berkelanjutan dalam menanamkan nilai-nilai tauhid, akhlak, dan kesadaran akhirat, sekaligus memperkuat dakwah Muhammadiyah yang berorientasi pada pencerahan umat dan pembentukan masyarakat Islam yang berkemajuan. (Guswir)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini