Minggu, Juni 7, 2026
BerandaBeritaUst AR Hamdi Kupas Keutamaan Puasa dalam Perspektif Syariat di PCM Metro...

Ust AR Hamdi Kupas Keutamaan Puasa dalam Perspektif Syariat di PCM Metro Selatan

Metro Selatan — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bantul Metro Selatan menggelar kegiatan Songsong Ramadan sebagai bagian dari penguatan pemahaman keislaman menjelang bulan suci.

Kegiatan ini diisi dengan tausiyah oleh Ustadz Abdurrohim Hamdi,MA., yang mengulas secara komprehensif, tentang sejarah pensyariatan puasa dan keistimewaannya di sisi Allah SWT.

Songsong Ramadan yang dihadiri pimpinan cabang dan ranting ini juga disiarkan melalui Channel YouTube PCM Metro Selatan, pada Jum’at malam 6/2/2026.

Dalam pemaparannya, Ustadz AR Hamdi mengajak jamaah menilik kembali proses pensyariatan puasa sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Baqarah ayat 183–187.

Ia menegaskan bahwa puasa bukanlah ibadah baru dalam Islam, melainkan telah diwajibkan kepada umat-umat sebelum Nabi Muhammad SAW.

“Allah berfirman ‘sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu’, dan yang paling dekat secara sejarah dengan umat Nabi Muhammad adalah kaum Nasrani. Ini menjadi dasar bagi kita untuk semakin bersyukur atas kemudahan syariat puasa yang Allah berikan kepada umat Islam,” jelas Ust Hamdi yang juga Wakil Sekretaris PDM Kota Metro.

Ustadz AR Hamdi menjelaskan bahwa puasa dalam Islam mengalami beberapa tahapan. Pada awalnya, Rasulullah SAW dan para sahabat melaksanakan puasa tiga hari setiap bulan, sebagaimana tradisi umat terdahulu. Ketika turun Surah Al-Baqarah ayat 183–184, puasa mulai ditetapkan pada hari-hari tertentu.

Kemudian pada tahun kedua Hijriah, Allah menurunkan Surah Al-Baqarah ayat 185 yang menetapkan puasa Ramadan sebagai kewajiban. Namun, pada fase awal ini, aturan puasa masih berat, di antaranya larangan makan dan berhubungan suami istri setelah tidur malam hingga waktu berbuka.

“Karena beratnya ketentuan tersebut, Umar bin Khattab RA menyampaikan kondisi ini kepada Rasulullah SAW. Lalu Allah menurunkan Surah Al-Baqarah ayat 187, yang menjadi bentuk keringanan dan penyempurnaan syariat puasa,” terangnya.

Dengan turunnya ayat tersebut, umat Islam diperbolehkan makan, minum, dan berhubungan suami istri di malam hari Ramadan, serta diwajibkan berpuasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. “Inilah bentuk rahmat dan kemudahan dari Allah SWT,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ustadz AR Hamdi menekankan bahwa puasa memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki ibadah lain. Ia mengutip hadis qudsi yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, di mana Allah SWT berfirman bahwa semua amal anak Adam dilipatgandakan pahalanya, kecuali puasa.

“Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya,” ujar Ustadz AR Hamdi mengutip hadis tersebut.

Ia menjelaskan bahwa amalan kebaikan secara umum dilipatgandakan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat, sebagaimana sedekah yang digambarkan dalam Surah Al-Baqarah. Namun, pahala puasa bersifat tak terhingga, sebagaimana pahala orang-orang yang sabar dalam Surah Az-Zumar ayat 10.

“Puasa sebagai Madrasah Kesabaran dan Ketakwaan,” tegasnya.

Menurut Ustadz AR Hamdi, puasa melatih tiga bentuk kesabaran utama. Pertama, sabar dalam menjalankan ketaatan, seperti salat tarawih, tilawah Al-Qur’an, dan berbagai amal saleh lainnya. Kedua, sabar dalam meninggalkan kemaksiatan, termasuk menjaga lisan dan perilaku. Ketiga, sabar dalam menghadapi takdir, seperti rasa lapar, haus, dan kondisi fisik yang melemah.

“Dengan puasa, kita dilatih meninggalkan urusan duniawi dalam waktu yang panjang. Inilah yang menjadikan pahala puasa tidak terbatas dan membentuk pribadi yang bertakwa,” jelasnya.

Dalam tausiyahnya, Ustadz AR Hamdi juga menyampaikan lima keistimewaan yang Allah berikan kepada umat Nabi Muhammad SAW di bulan Ramadan, yang tidak didapati oleh umat-umat sebelumnya. Di antaranya, bau mulut orang berpuasa yang lebih harum di sisi Allah daripada minyak kesturi, malaikat yang memohonkan ampun hingga waktu berbuka, serta dibelenggunya setan selama bulan Ramadan.

Selain itu, surga dihiasi setiap hari bagi hamba-hamba yang bersungguh-sungguh dalam ketaatan, dan Allah SWT mengampuni dosa orang-orang yang berpuasa dan menghidupkan malam Ramadan dengan iman dan harap pahala.

Pemateri berharap, kegiatan Songsong Ramadan ini dapat meningkatkan kesiapan spiritual warga Muhammadiyah dalam menyambut bulan suci, sekaligus memperkuat kesadaran akan nilai puasa sebagai sarana pembentukan insan bertakwa. (Guswir)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini