METRO-Rumah Sakit Umum (RSU) Muhammadiyah Metro menggelar Resepsi Milad ke-18 sebagai puncak rangkaian kegiatan peringatan hari lahir rumah sakit, yang berlangsung di Aula AR Fachrudin RSU Muhammadiyah Metro. Sabtu,24/1/2026.
Acara dihadiri Dr. Muhammad Ziyad, M.Ag., selaku Ketua Lembaga Pembinaan Haji dan Umroh (LPHU) Muhammadiyah, juga hadir Prof. Marzuki Noor, MS. Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung, dr. Wirman, Ketua MPKU PWM Lampung, Ketua PDM dan PDA Kota Metro bersama jajan pleno. Juga hadir Ketua BPH RSU Muhammadiyah Metro, para sesepuh Muhammadiyah, Ketua PCM Se-Kota Metro, serta tamu undangan.
Direktur Utama RSU Muhammadiyah Metro dalam sambutannya menyampaikan bahwa resepsi ini merupakan inti dari rangkaian kegiatan Milad ke-18 yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Lebih rinci Direktur Utama menjelaskan bahwa, dari berbagai kegiatan tersebut meliputi lomba kisah tokoh Muhammadiyah antar siswa se-Provinsi Lampung, lomba internal karyawan RSU Muhammadiyah, pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis yang melibatkan delapan dokter termasuk lima dokter spesialis. Pendistribusian sembako oleh KL Lazismu RS Muhammadiyah, launching buku sejarah RSU Muhammadiyah Metro, pemberian penghargaan masa kerja 10 tahun bagi karyawan, penyerahan hadiah lomba antar karyawan, hingga pelaksanaan mini akreditasi sebagai upaya menjaga konsistensi standar pelayanan.
“Lomba Internal antar unit ini yakni mini akreditasi ini, kami lakukan agar standar pelayanan tidak hanya dijalankan saat akreditasi, tetapi menjadi budaya kerja yang konsisten di setiap unit,” ujarnya.

Ia juga berharap, di usia ke-18 ini RSU Muhammadiyah Metro semakin meneguhkan diri sebagai rumah sakit unggulan dan rujukan, baik di Kota Metro maupun di Provinsi Lampung, serta senantiasa hadir memberikan manfaat bagi bangsa dan negara, khususnya dalam situasi kebencanaan dan kemanusiaan.
Di akhir sambutannya, Direktur Utama menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh civitas hospital RSU Muhammadiyah Metro atas dedikasi, loyalitas, dan komitmen dalam membangun rumah sakit sebagai amanat Persyarikatan demi kemaslahatan umat.
Sementara itu, ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Metro Hi. Kustono, S.Ag., dalam sambutannya mengenang kembali perjuangan sekitar 40 tahun lalu, sebagai wacana, dan berfikir bagaimana dalam merintis pendirian rumah sakit Muhammadiyah yang berorientasi pada pelayanan kesehatan sesuai dengan misi dakwah Persyarikatan.
Ia menegaskan bahwa, dakwah merupakan misi tertinggi Muhammadiyah, termasuk melalui amal usaha kesehatan.
“Semoga RSU Muhammadiyah terus maju dan mampu mencapai jenjang akreditasi tertinggi,” harapnya.
Prof. Marzuki, dalam sambutannya mengajak seluruh elemen RSU Muhammadiyah Metro untuk tidak hanya mensyukuri capaian 18 tahun ke belakang, tetapi juga mulai memikirkan dan merancang 18 tahun ke depan secara sistematis.

Ia memaparkan konsep Program Binaan Lima Tahunan (Bilita), yang meliputi fase perintisan fondasi, konsolidasi, hingga penguatan standar pelayanan berbasis nilai profetik.
Menurutnya, rumah sakit Muhammadiyah harus menegaskan jati diri sebagai rumah sakit Persyarikatan yang unggul, profesional, dan prima, dengan pelayanan berbasis nilai.
“Keunggulan rumah sakit Muhammadiyah terletak pada pelayanan yang berlandaskan nilai Islam dan konsep profetik. Inilah yang harus terus dijaga dan dikembangkan,” tegasnya.
Prof. Marzuki juga menyampaikan pesan moral yang mendalam bahwa reputasi rumah sakit sangat ditentukan oleh perilaku setiap individu di dalamnya.
“Seribu orang berbuat baik belum tentu menjadikan rumah sakit ini baik, tetapi satu orang berbuat buruk dapat mencoreng nama seluruh rumah sakit,” ujarnya.
Dr. M. Ziyad, M.Ag., menekankan pentingnya refleksi masa lalu sebagai sumber motivasi untuk melangkah ke depan. Menurutnya, tantangan terberat dalam mengelola rumah sakit adalah menjaga reputasi.
“Di usia ke-18 ini, semoga RS Muhammadiyah Metro semakin dewasa dalam berpikir, dewasa dalam bertindak, dan dewasa dalam meraih kemajuan,” tuturnya.
Dalam rangkaian acara tersebut juga dilaksanakan launching Buku Sejarah RSU Muhammadiyah Metro, yang merupakan hasil kolaborasi dengan Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PDM Kota Metro. Pleno PDM yang membidangi MPI menyampaikan apresiasi atas kontribusi dalam penulisan sejarah rumah sakit yang dinilai otentik, mendalam, dan menggambarkan kronologis perjalanan RSU Muhammadiyah Metro secara komprehensif. (Guswir)

