METRO – Komitmen SMA Muhammadiyah 2 Metro dalam membangun budaya literasi di kalangan pelajar kembali dibuktikan secara nyata. Di tengah sorotan mengenai menurunnya minat baca dan tulis di Indonesia, para siswa sekolah ini justru berhasil meluncurkan sebuah buku antologi karya bersama.
Peluncuran buku tersebut menjadi momen pembukaan dalam gelaran Art Festival yang dilaksanakan di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah Metro, Sabtu (17/1/2026).
Kepala SMA Muhammadiyah 2 Metro, Desia Setianingsih, menegaskan bahwa penerbitan buku ini sebagai penegasan identitas sekolah. Menurutnya, literasi telah ditetapkan sebagai salah satu branding keunggulan sekolah selain keterampilan membatik.
“Buku yang kami launching hari ini adalah hasil dari antologi siswa kami yang digarap selama satu semester terakhir. Ini menjadi bukti bahwa siswa kami produktif berkarya,” ujar Desia saat memberikan sambutan.

Langkah strategis sekolah dalam mendorong siswa menerbitkan buku mendapat apresiasi tinggi dari Sekretariat Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Metro, Dr. Arif Rahman Aththibby, M.Pd.Si. Ia menilai peluncuran buku ini adalah sebuah anomali positif di tengah gempuran budaya visual yang seringkali mematikan budaya literasi.
“Peluncuran buku hasil karya kolaborasi ini menunjukkan literasi di Kota Metro, khususnya di lingkungan Muhammadiyah, terus bertumbuh. Padahal, jika kita lihat secara nasional, tren literasi cenderung menurun, namun SMA Muhammadiyah 2 Metro membuktikan sebaliknya,” ungkap Arif.
Lebih lanjut, Arif menekankan nilai emosional dan jangka panjang dari karya tulis siswa tersebut. Ia menyebut buku karya siswa ini sebagai warisan tak ternilai bagi para orang tua.
“Buktinya anak-anak tadi mampu menjadikan satu jenis buku. Ini bisa menjadi warisan bagi orang tua, sebuah kenang-kenangan, dan mudah-mudahan menjadi amal jariyah bagi anak-anak maupun guru pembimbingnya,” tambahnya.

