METRO – SMA Muhammadiyah 2 Metro sukses menggelar Art Festival bertajuk “Menyalakan Semangat Muda Melalui Seni dan Kreativitas”. Acara pembukaan berlangsung di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah Metro, Sabtu (17/1/2026), menjadi ajang pembuktian keunggulan sekolah di bidang seni batik dan literasi.
Kepala SMA Muhammadiyah 2 Metro, Desia Setianingsih, dalam sambutannya menegaskan bahwa sekolahnya kini mengusung branding keunggulan berupa keterampilan membatik dan budaya literasi. Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah turut memamerkan kemeja batik hasil karya siswa serta meluncurkan buku antologi karya siswa yang disusun selama satu semester terakhir.
“Tema kami adalah menyalakan semangat muda. Sekolah kami memiliki keunggulan membatik yang kedepannya akan terus ditingkatkan. Selain itu, hari ini kami me-launching buku hasil literasi siswa,” ujar Desia.
Desia merinci, Art Festival ini dimeriahkan dengan berbagai perlombaan. Untuk tingkat Provinsi Lampung, terdapat lomba tari kreasi Bedana, menggambar, solo song, dan baca puisi. Sementara itu, untuk tingkat nasional digelar lomba desain poster secara daring.
“Alhamdulillah, untuk lomba diikuti 125 peserta, lomba desain poster tidak hanya dari Lampung tetapi juga dari Jakarta, Palembang, hingga Surabaya. Momentum ini juga kami manfaatkan untuk membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB),” tambahnya.
Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Metro Pusat, Bisri Mustofa, M.Pd., mengapresiasi transformasi yang dilakukan SMA Muhammadiyah 2 Metro. Menurutnya, meski sekolah ini telah berdiri lama, sentuhan branding baru dan manajemen tim pengembang telah membawa perubahan positif yang signifikan, termasuk peningkatan minat siswa baru.

“Ini adalah awal yang baik. SMA Muhammadiyah 2 Metro siap bersaing dengan program-program unggulan. Kami siap mencetak generasi saleh-salehah yang berkembang sesuai bakat dan minatnya,” tegas Bisri.
Sementara itu, Sekretariat Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Metro, Dr. Arif Rahman Aththibby, M.Pd.Si., menyoroti keunikan acara yang dipandu oleh pembawa acara (MC) menggunakan dua bahasa, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Lampung. Hal ini dinilai sebagai langkah konkret pelestarian budaya lokal.
Arif juga memuji strategi sekolah yang berani tampil beda (diferensiasi) di tengah kompetisi pendidikan.
“Sedikit lebih beda itu lebih baik daripada sedikit lebih baik. Posisi SMA Muhammadiyah 2 Metro mengambil peran di seni dan budaya adalah langkah tepat untuk menyeimbangkan kemampuan akademik dan emosional siswa (otak kanan dan kiri),” ungkap Arif sebelum membuka acara secara resmi.
Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh Tim Pengembang SMA Muhammadiyah 2 Metro, para kepala sekolah, wali murid, serta ratusan peserta lomba dari tingkat SD hingga SMA. (ims)

