METRO-SD Muhammadiyah Metro Pusat menyelenggarakan perkaderan Baitul Arqam bagi segenap tenaga pendidik. Pengkaderan dipusatkan di Kampus 2 setempat dan berlangsung selama dua hari, mulai Senin-Selasa, 22-23 Desember 2025.
Baitul Arqam kali ini melibatkan juga diikuti sekolah lain, peserta sebanyak 81 orang terdiri dari 71 Guru SD Muhammadiyah Metro Pusat selaku tuan rumah, 8 Guru dari SMA Muhammadiyah 2 Metro, serta 2 Guru dari TK ABA Gantiwarno, Pekalongan.
Acara pembukaan dihadiri oleh ketua PCM Metro Pusat bersama jajaran pleno, sekretaris MPKSDI PDM Kota Metro bersama Tim Instruktur, dan ketua MPKSDI PCM Metro Pusat.
Kepala SD Muhammadiyah Metro Pusat, Ihwan, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan pentingnya kegiatan ini bagi para pendidik. Ia mengibaratkan guru seperti sebuah pisau yang harus terus diasah agar tetap tajam dan tidak tumpul.

“Meskipun guru dianggap sebagai sumber ilmu, kita tetap harus menjadi pembelajar sepanjang hayat (long life learner). Jangan ada alasan sudah pernah ikut lantas tidak mau belajar lagi. Justru karena sudah pernah, kita segarkan kembali ingatan kita,” ujar Ihwan.
Ihwan juga menekankan agar tidak ada dikotomi atau sekat antar-institusi selama kegiatan berlangsung. “Baik dari SD, SMA, maupun TK, semuanya adalah keluarga besar Muhammadiyah. Kita lebur ego sektoral untuk bersama membesarkan persyarikatan,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Kota Metro, Samsul Hadi, M.Pd., mengingatkan para peserta mengenai kedisiplinan selama acara. Ia menegaskan bahwa seluruh peserta wajib menginap di lokasi kegiatan guna mengikuti materi wajib dan pendukung secara utuh.
“Baitul Arqam ini adalah fasilitas pembinaan yang wajib diikuti pegawai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Kami ingin menjadikan ini sebagai kultur organisasi yang rutin. Meski demikian, pelaksanaannya didesain menggembirakan, bukan menakutkan,” tegasnya.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Metro Pusat, M. Arqom, S.Ag. Dalam amanatnya, Arqom mengajak peserta untuk merenungkan peran manusia sebagai Khalifah di muka bumi, sebagaimana termaktub dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 30.
“Muhammadiyah hadir tidak untuk dirinya sendiri, melainkan untuk memberi solusi bagi permasalahan umat dan kemanusiaan. Melalui Baitul Arqam ini, kita ingin membuktikan bahwa kader Muhammadiyah adalah manusia yang membawa rahmat dan perbaikan, bukan kerusakan,” pungkas Arqom sebelum membuka acara secara simbolis.
Kepala sekolah secara simbolis menyerahkan kepada Tim Instruktur, selama dua hari ke depan, para peserta akan mendapatkan berbagai materi penguatan ideologi, ibadah praktis, serta wawasan keorganisasian yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan di instansi masing-masing. (ims)

