Kalianda — Universitas Muhammadiyah (UM) Kalianda menyelenggarakan Baitul Arqom bagi dosen dan karyawan sebagai ikhtiar strategis Persyarikatan dalam memperkuat integritas, militansi, serta komitmen ideologis sivitas akademika terhadap nilai-nilai Islam Berkemajuan dan Kemuhammadiyahan.
Kegiatan yang mengusung tema “Memantapkan Integritas Bermuhammadiyah dalam Memajukan Universitas Muhammadiyah Kalianda” ini dilaksanakan pada 19–21 Desember 2025 di lingkungan Universitas Muhammadiyah Kalianda, dan diikuti oleh 32 dosen dan karyawan.
Rektor UM Kalianda, Susilowati, S.Sos.,M.IP., dalam sambutannya menegaskan bahwa Baitul Arqom merupakan bagian integral dari sistem pembinaan dan kaderisasi Persyarikatan di amal usaha Muhammadiyah, khususnya di lingkungan perguruan tinggi.
“Baitul Arqom bukan sekadar agenda seremonial, tetapi wahana pembentukan karakter, penguatan ideologi, dan peneguhan komitmen bermuhammadiyah bagi seluruh sivitas akademika,” ungkapnya.
Seiring usia UM Kalianda yang masih relatif muda, yakni sekitar 1,5 tahun, Rektor menyampaikan komitmennya untuk menjadikan Baitul Arqom sebagai agenda strategis yang dilaksanakan secara berkelanjutan dalam masa kepemimpinannya.
Ia berharap para instruktur dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung dapat memberikan sentuhan ideologis dan spiritual, sehingga dosen dan karyawan semakin mantap dalam mengemban amanah dakwah melalui amal usaha pendidikan tinggi.
Sementara itu, Wakil Ketua PWM Lampung, Dr Ma’ruf Abidin, M.Si., dalam arahannya menegaskan bahwa Baitul Arqom merupakan pintu masuk utama dalam bermuhammadiyah, yang meneguhkan jati diri kader di lingkungan Persyarikatan.
“Baitul Arqom adalah pintu gerbang bermuhammadiyah. Adapun amal usaha Muhammadiyah, termasuk perguruan tinggi, merupakan instrumen dakwah untuk mewujudkan visi dan misi Muhammadiyah,” tegasnya.
Ma’ruf juga menekankan bahwa keberadaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) tidak dapat dipisahkan dari misi dakwah Persyarikatan. Oleh karena itu, dosen dan karyawan harus menjadikan nilai-nilai Muhammadiyah sebagai landasan berpikir, bersikap, dan bertindak dalam menjalankan tugas profesionalnya.
Ia menambahkan bahwa, Baitul Arqom sendiri merupakan program kaderisasi ideologis Muhammadiyah yang bertujuan membentuk sumber daya insan Persyarikatan yang unggul secara profesional, sekaligus kokoh dalam komitmen ideologi dan akhlak Islam.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan dari instruktur dan pemateri nasional serta wilayah, antara lain:
Drs. Ahmad Syarif, M.M. (Instruktur Nasional)
Joni Wuryanto, M.Pd. (Instruktur Nasional – Master of Training)
Andi Febriudin, M.Pd. (Instruktur Nasional – Imam of Training)
M. Sholihin, M.Pd.I. (Instruktur Nasional – Evaluator)
Hayati Maulida, M.Pd.I. (Instruktur Wilayah)
Zamam, S.T., M.M. (Instruktur Wilayah)
Materi yang disampaikan akan meliputi keislaman, kemuhammadiyahan, integritas, kepemimpinan, serta etos kerja Islami dalam konteks pengelolaan amal usaha Muhammadiyah. Proses pembelajaran berlangsung dialogis, reflektif, dan transformatif.

Instruktur Nasional Joni Wuryanto, M.Pd., selaku Master of Training, menegaskan bahwa Baitul Arqom merupakan fondasi pembentukan karakter kader Persyarikatan di lingkungan PTM.
“Baitul Arqom adalah ruang ideologisasi dan internalisasi nilai. Di sinilah dosen dan karyawan diperteguh sebagai kader Muhammadiyah yang berintegritas, berakhlak, dan berkomitmen dakwah melalui profesinya,” jelasnya.
Senada dengan itu, Andi Febriudin, M.Pd., selaku Imam of Training, menekankan bahwa keberhasilan Baitul Arqom tidak hanya diukur dari kelancaran kegiatan, tetapi dari perubahan sikap, budaya kerja, dan militansi bermuhammadiyah peserta setelah kegiatan berakhir.
“Dosen dan karyawan PTM harus menjadi teladan dalam integritas, etos kerja, dan komitmen dakwah. Amal usaha adalah ladang jihad dan pengabdian Persyarikatan,” ujarnya.
Keduanya sepakat bahwa kemajuan UM Kalianda tidak semata diukur dari capaian akademik, melainkan dari sejauh mana nilai-nilai Islam Berkemajuan dan ruh Muhammadiyah hidup dalam tata kelola, kepemimpinan, serta pelayanan kampus.
Sebagai pembuka rangkaian kegiatan, dilakukan penyerahan sertifikat Baitul Arqom secara simbolis kepada peserta oleh pimpinan Universitas Muhammadiyah Kalianda sebagai tanda telah mengikuti proses pembinaan ideologis dan spiritual.
para instruktur berharap, melalui Baitul Arqom ini, Muhammadiyah akan meneguhkan komitmennya untuk terus melahirkan insan Persyarikatan yang cerdas, berintegritas, dan berkemajuan, serta siap mengabdikan diri bagi kemajuan umat, bangsa, dan Persyarikatan. (Guswir)

