TANGGAMUS – Wakil Ketua PDM Kota Metro, Kasimun MT, menegaskan bahwa amal usaha Muhammadiyah (AUM) bukan sekadar lembaga pendidikan, kesehatan, maupun sosial, melainkan instrumen dakwah amar ma’ruf nahi mungkar. Karena itu, setiap pimpinan dituntut untuk istiqamah dalam mengelola dan memajukan amal usaha.
“Pimpinan amal usaha Muhammadiyah harus jujur, sederhana, dan siap melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” ujarnya di hadapan peserta Baitul Arqom Pimpinan AUM se-Kota Metro di SD Muhammadiyah Gisting, Sabtu malam (13/9/2025).
Kasimun menekankan bahwa pegawai amal usaha Muhammadiyah tidak boleh hanya berorientasi pada pencarian nafkah semata. Lebih dari itu, mereka adalah kader persyarikatan yang memiliki kewajiban untuk menghidupkan dan membesarkan amal usaha.
“Kebijakan kepegawaian dan kesejahteraan pegawai harus berlandaskan nilai-nilai Islam, serta mendukung terwujudnya tujuan Muhammadiyah, yaitu menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam demi terciptanya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya,” tegasnya.
Dalam paparannya, Kasimun merinci enam Prinsip Kepegawaian Muhammadiyah yang harus dijalankan oleh seluruh pimpinan dan pegawai AUM, yaitu:
- Berbasis Aqidah Islam dan Ideologi Muhammadiyah
Setiap pegawai AUM adalah bagian dari gerakan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar, bekerja bukan hanya untuk nafkah tetapi juga bernilai ibadah dan jihad kemanusiaan, serta loyal terhadap visi dan misi Muhammadiyah. - Profesionalisme dan Amanah
Rekrutmen dan promosi pegawai dilakukan berdasarkan kompetensi, disiplin, dan integritas, dengan menegakkan etika kerja Islami bahwa kerja adalah ibadah. - Keadilan dan Transparansi
Menghindari diskriminasi, nepotisme, dan pilih kasih. Penilaian kinerja dilakukan objektif, terbuka, serta menyeimbangkan hak dan kewajiban pegawai. - Pengembangan dan Pembinaan Berkelanjutan
Pegawai wajib mengikuti pembinaan ideologi Muhammadiyah, peningkatan kapasitas melalui pelatihan atau pendidikan, serta menerima umpan balik dalam penilaian kinerja. - Kesejahteraan dan Perlindungan Pegawai
Gaji ditetapkan sesuai kemampuan lembaga dengan prinsip keadilan, disertai dukungan non-materi berupa suasana kerja Islami, kekeluargaan, pembinaan ruhani, dan penghargaan bagi pegawai berprestasi. - Sinergi, Ta’awun, dan Ukhuwah
Pegawai AUM dipandang sebagai bagian dari keluarga besar Muhammadiyah, yang menjunjung budaya gotong royong, menjaga ukhuwah Islamiyah, serta menjadikan amal usaha sebagai ladang dakwah kolektif. Sinergi juga diperkuat dengan jaringan PCM, PDM, majelis, serta ortom Muhammadiyah seperti NA, Pemuda, dan IPM.
Melalui prinsip-prinsip tersebut, Kasimun berharap pimpinan dan pegawai AUM di Kota Metro dapat membangun amal usaha yang berkarakter Islami, profesional, serta menjadi pilar dakwah yang memberi manfaat nyata bagi umat. (ims)

