TANGGAMUS – Wakil Ketua PDM Kota Metro, H. Bambang Setiyadi, S.Ag., menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) sebagai kunci kekuatan gerakan. Pesan ini ia sampaikan saat membawakan materi Sinergi dan Kolaborasi AUM dalam kegiatan Baitul Arqom Pimpinan AUM se-Kota Metro di SD Muhammadiyah Gisting, Ahad (14/9/2025).
Menurut Bambang, setiap amal usaha Muhammadiyah—baik sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, maupun lembaga sosial—tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Sinergi dan ta’awun (tolong-menolong) harus menjadi prinsip bersama agar manfaat yang dirasakan umat semakin luas.
“Al-Qur’an menegaskan: Tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa (QS. Al-Maidah: 2). Inilah spirit yang harus menjadi fondasi dalam membangun sinergi antar AUM,” ungkapnya di hadapan peserta.
Bambang menjelaskan, sinergi AUM memiliki empat urgensi utama. Pertama, penguatan identitas Muhammadiyah, di mana AUM menjadi wajah nyata persyarikatan di tengah masyarakat. Kedua, optimalisasi dan efisiensi sumber daya, dengan AUM besar mendukung AUM kecil melalui berbagi SDM, teknologi, dan pengalaman manajemen. Ketiga, kemandirian dan daya saing, karena kolaborasi mampu melahirkan inovasi dan menjadikan AUM lebih tangguh menghadapi persaingan eksternal. Keempat, penguatan dakwah dan pelayanan sosial, sebab sinergi memperluas jangkauan dakwah Islam berkemajuan dan menjadikan Muhammadiyah hadir sebagai solusi nyata kebutuhan umat.
Ia mencontohkan bentuk sinergi sederhana, misalnya sekolah Muhammadiyah yang mengikhlaskan gurunya menjadi kepala sekolah di AUM lain, atau kolaborasi antara sekolah dengan rumah sakit, Lazismu, dan majelis pendidikan.
“Jika setiap AUM berdiri sendiri, kekuatan akan terpecah. Tetapi bila semua bersatu dalam semangat sinergi dan ta’awun, maka Muhammadiyah di Kota Metro akan tumbuh lebih kuat, mandiri, berdaya saing, dan benar-benar hadir sebagai rahmat bagi masyarakat,” tegas Bambang menutup materinya. (ims)

