JAKARTA-Muhamadiyah kini Resmi luncurkan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Matahari atau Bank Syariah Matahari (BSM) Sesuai SK OJK No KEP-39/D.03/2025 pada 18 Juni 2025, yang berlangsung di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHAMKA, Jakarta Timur. pada Kamis 11/9/2025
Acara yang dihadiri oleh berbagai tokoh Muhammadiyah, seperti akademisi, maupun praktisi ekonomi syariah, menjadi saksi sejarah dari launching BPR Syariah Matahari dinilai sebagai langkah awal menuju transformasi lembaga keuangan syariah yang lebih besar, yakni pembentukan Bank Syariah Muhammadiyah.
BPR Matahari yang berfokus pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta amal usaha Muhammadiyah (AUM). dengan Kehadiran BSM diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih luas bagi industri keuangan syariah nasional.
Direktur Utama BSM Muhammad Iman Sastra Mihajat, dalam acara peresmian dalam pidatonya mengatakan bahwa
“Launching hari ini sebenarnya kami ingin memberitahukan kepada masyarakat luas bahwa Muhammadiyah saat ini punya bank syariah yang lahir dari rahim Muhammadiyah. Ini bukti komitmen Muhammadiyah di sektor ekonomi, khususnya industri keuangan syariah,” ujar Direktur Utama.
Meskipun BSM Matahari baru tersedia di Jabodetabek, namun ke depan, berharap bergerak melakukan expansi ke luar Pulau Jawa, dan akan menjadi literasi dan inklusi keuangan syariah bagi masyarakat Indonesia.
“Mungkin kemarin masih sedikit orang mengenal bank syariah di Jabodetabek atau kota besar. Alhamdulillah, saat ini respons masyarakat sangat positif. Kami mulai dari Jabodetabek, tapi tidak menutup kemungkinan akan meluas ke Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan daerah lainnya,” ucap Iman.
Berbekal dari 30 juta anggota, 170 perguruan tinggi, ribuan sekolah, rumah sakit, hingga koperasi, potensi pasar internal Muhammadiyah sangat besar. Posisi BSM sebagai bank komunitas syariah berbasis dakwah memberikan nilai tambah yang sulit ditiru kompetitor besar.
Hadir dari PP Muhammadiyah Buya Anwar Abbas adalah seorang ulama, dosen, dan ahli ekonomi. Anwar abbas juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia periode 2020-2025 mengatakan bahwa
“Karena ini bank-nya Muhammadiyah, kami lebih fokus pada layanan keuangan bagi amal usaha Muhammadiyah dan UMKM. Banyak amal usaha yang membutuhkan bantuan agar bisa tumbuh lebih besar,” jelasnya.
Langkah ini juga dinilai sejalan dengan visi pemerintah yang mendorong penguatan ekonomi syariah sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi nasional.
“Jika Muhammadiyah mampu membangun bank syariah yang kuat, maka hal ini akan menjadi warisan penting bagi umat. Tidak hanya untuk saat ini, tetapi juga bagi generasi mendatang,” kata Anwar Abbas menutup sambutannya.

