METRO – Kabar membanggakan datang dari sekolah-sekolah Muhammadiyah di Kota Metro. Berdasarkan surat keputusan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Balai Pengembangan Talenta Indonesia tentang Pengumuman Hasil Pelaksanaan OSN-P Jenjang SD/SMP/SMA Tahun 2025, delapan siswa Muhammadiyah Metro berhasil lolos ke babak semifinal Olimpiade Sains Nasional (OSN).
Dari SD Muhammadiyah Metro Pusat, ada empat siswa yang lolos, yakni Raffan Khaizuran Zahir (Ilmu Pengetahuan Alam), Sulthan Maulana Ahnaf (Ilmu Pengetahuan Sosial), serta Attharizz Mibras Dirgham Andioko dan M. Thaariq Rhaaf Al Kahfi (Matematika). Dari SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro, dua siswa turut melaju, yaitu Muhammad Amin Wicaksana (Ilmu Pengetahuan Sosial) dan Jafar Siddiq Asyam (Matematika). Dari SMP Muhammadiyah 4 Metro, ada Arkan Fajar Huda (Matematika), sedangkan dari SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro, Afra Fazila Abdul Kadir berhasil lolos di cabang Matematika.
Sebelumnya, mereka telah melalui seleksi ketat di tingkat kota dan provinsi. Selanjutnya, kedelapan siswa tersebut akan mengikuti babak semifinal OSN secara daring pada 10–11 September 2025.
Menanggapi prestasi tersebut, Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Metro menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat. “Semoga di tingkat nasional para siswa dapat meraih juara dan prestasi terbaik. Keberhasilan ini bukan hanya hasil dari kecerdasan, tetapi juga kerja keras, kedisiplinan, serta doa bersama seluruh warga sekolah,” ujar M. Jaeni, M,Pfis., Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kota Metro.
Selain itu, Majelis Dikdasmen juga memberikan penghargaan tinggi kepada pimpinan sekolah, guru, dan orang tua yang telah mendukung penuh siswa dalam meraih capaian tersebut.
Lebih lanjut, Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Metro mengharapkan sekolah dapat terus melakukan pembinaan intensif, baik akademik maupun mental, agar para siswa semakin siap menghadapi persaingan di tingkat nasional. Beberapa langkah yang dianjurkan di antaranya: memberikan pembinaan berkelanjutan dan fasilitas belajar yang memadai. Menyediakan bimbingan dari guru pendamping atau pembimbing berpengalaman. Memberikan penghargaan khusus sebagai motivasi. Menjalin kolaborasi dengan orang tua serta pihak lain yang kompeten dalam pembinaan olimpiade.
“Dan yang tidak kalah pentingnya, menguatkan pembinaan spiritual agar siswa tetap rendah hati, semangat belajar, menjaga kesehatan, serta selalu memohon bimbingan Allah SWT,” pungkasnya. (ims)

