Selasa, Juni 30, 2026
BerandaBeritaPCM Tegineneng bersama JATAM Gelar Pelatihan Budidaya Unggas, Dorong Kemandirian Ekonomi Umat

PCM Tegineneng bersama JATAM Gelar Pelatihan Budidaya Unggas, Dorong Kemandirian Ekonomi Umat

PESAWARAN-Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tegineneng melalui Jama’ah Tani Muhammadiyah (JATAM) menggelar pelatihan budidaya unggas, khususnya itik pedaging dan ayam KUB, pada Rabu (27/8/2025). Bertempat di SMA Muhammadiyah Wonorejo, kegiatan ini diikuti 45 peserta dari kalangan petani dan peternak se-Kabupaten Pesawaran.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua MPM PWM Lampung Gus Wal, Pelopor Pertanian Organik Prof. Ruslan, Ketua JATAM Pesawaran Budiono, Ketua PCM Tegineneng Suprapto, Sekretaris Cabang Dwi Agus Setiawan, serta Ketua JATAM Tegineneng Habib. Sebagai narasumber utama, panitia menghadirkan Drh. Purnama, E.St., M.Si., bersama tim dari Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Jurusan Peternakan.

Ketua PCM Tegineneng Suprapto dalam sambutannya mengapresiasi semangat para peserta yang antusias mengikuti pelatihan ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda perdana JATAM Tegineneng sebagai langkah awal pemberdayaan ekonomi umat. Muhajir, perwakilan JATAM Pesawaran, menambahkan pentingnya program-program yang mampu mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui kemitraan budidaya itik pedaging dan ayam KUB.

Prof. Ruslan dalam kesempatan tersebut juga menekankan pentingnya kembali pada konsep pertanian dan peternakan organik. Menurutnya, meskipun membutuhkan proses yang lebih panjang, pola organik—baik pada ayam, itik, maupun ternak lainnya—akan menjadi solusi jangka panjang untuk ketahanan pangan. Sementara itu, Gus Wal menyampaikan komitmen MPM PWM Lampung untuk mendukung program pemberdayaan di PCM Tegineneng. Ia berharap cabang ini bisa menjadi percontohan nasional, dengan catatan seluruh elemen dapat bersinergi menyelesaikan tantangan yang ada.

Pada sesi inti, Drh. Purnama menyampaikan teknis budidaya unggas yang sesuai standar operasional prosedur (SOP). Materi mencakup persiapan kandang, perawatan, pemilihan bibit, manajemen kesehatan, hingga pencegahan penyakit. Ia menegaskan bahwa keberhasilan peternakan sangat bergantung pada penerapan biosekuriti, kebersihan kandang, hingga disiplin vaksinasi.

Selain itu, peserta juga mendapat penjelasan mengenai pemilihan pakan ternak yang sesuai kebutuhan nutrisi. Pakan tidak harus selalu berasal dari produk pabrikan, tetapi bisa memanfaatkan bahan lokal seperti dedaunan, rumput, ampas tahu, atau jagung giling, selama tetap disesuaikan dengan kebutuhan hewan.

Tak hanya memberikan materi teknis, Drh. Purnama juga membuka peluang kemitraan budidaya itik pedaging dan ayam KUB bersama JATAM. Program ini diharapkan mampu memfasilitasi peternak yang terkendala dalam pemeliharaan maupun pemasaran, sehingga dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Pesawaran. (asw)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini