Ali Imran ayat 104 adalah landasan ilahiah lahirnya Muhammadiyah, praksis gerakanya adalah teologi al Main dengan peduli pada fakir miskin dan anak yatim. Ini menjadi satu dasar pijak kemerdekaan sejati yang digaungkan Muhammadiyah, sebagai Gerakan pro mustad’afin atau wong cilik.
Prof Munir Mulkhan pernah mengungkap dengan karya beliau Marhaenis Muhammadiyah sebagai simpulan bahwa Muhammadiyah menyerap nilai Marhaenisme yang selalu berpihak pada wong cilik dan ingin memerdekakan mereka dari kelemahan multidimensi.
Kuntowijoyo dalam teori profetiknya menggagas satu konsep Liberasi atau kemerdekaan dengan mengambil pernyataan ilahi, memerintah yang makruf dan mencegah yang mungkar ini sebagai dasar pijak liberasi atau ideologi pembebasan.
Sehingga Muhammadiyah dengan ta’muruna bil ma’ruf wa tanhauna Anil munkar menjadi pelopor kemerdekaan sejati. Spirit ini harus terus dijaga oleh semua warga persyarikatan jangan sampai lupa dengan segala kemajuan yang dicapai hari ini.
Kadang kemajuan-kemajuan yang dicapai malah menjadi belenggu baru dalam kehidupan perjuangan kemerdekaan. Karena kita akan terlena dengan berbagai kenyamanan dan kemegahan yang telah dimiliki.
Warga Muhammadiyah yang telah mencapai titik kemajuan besar harus tetap melihat kepada mereka yang terus berjuang menggapai kehidupan yang layak, baik secara personal individual atau secara kolektif. Karena dengan ini akan terjalin hubungan yang harmonis, bukan saling meninggalkan apalagi hanya berbangga diri.
Pada tataran praktis individu, bagaimana warga Muhammadiyah senantiasa menjadi bagian yang selalu menolong orang-orang yang kurang mampu, baik secara ekonomi maupun pendidikannya. Secara kolektif, lembaga yang sudah maju berjaya tetap membantu orang-orang yang tidak mampu atau lembaga yang lain yang membutuhkan bantuanya.
Inilah kemerdekaan sejati, ketika spirit saling membantu terus hadir dalam diri warga Muhammadiyah. Bagaimana membantu umat untuk kembali kepada jalan Allah SWT, mendekat kepada agama Islam dengan baik. Bagaimana mengentaskan kemiskinan dengan membantu mereka dengan zakat infak sodaqah. Membebaskan masyarakat dari kebodohan, dengan memeberikan biaya pendidikan yang terus menerus, sehingga rakyat memiliki hak yang sama dalam pendidikan.
Kemerdekaan sejati Muhammadiyah adalah ketika tetap melanjutkan spirit awal didirikannya Muhammadiyah, bukan ketika warga Muhammadiyah telah mencapai kesejahteraan. Karena di luar Muhammadiyah masih banyak yang membutuhkan liberasi muhammadiyah.

