METRO-Pondok Pesantren Muhammadiyah At-Tanwir Kota Metro menyelenggarakan Graduation & Appreciation for Hafidz Al-Qur’an untuk generasi ketiga, Ahad, 11 Mei 2025, bertempat di Aula Trentasains. Sebanyak 204 santri diwisuda, terdiri atas 133 santri SMP angkatan ke-3 dan 71 santri SMA angkatan ke-2.
Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Metro Bangkit Haryo Utomo, Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Metro, founder Cahaya Multazam, pimpinan amal usaha Muhammadiyah se-Kota Metro, serta wali santri.
Kegiatan diawali dengan penampilan Hadroh dan musik tradisional oleh santri, dilanjutkan dengan peluncuran dua buku karya santri: Meraih Mahkota (SMP Muhammadiyah At-Tanwir Metro) dan Catatan Kecil Sang Pemimpin (SMA Muhammadiyah At-Tanwir Metro). Dalam momen ini juga diberikan beasiswa kepada santri penghafal Al-Qur’an 30 juz.
Dalam sambutannya, Mudir Ponpes Muhammadiyah At-Tanwir Metro, Ustadz Ahamda Sujino, menyampaikan apresiasi kepada wali santri dan pesan mendalam kepada wisudawan agar senantiasa istiqomah menjaga hafalan.
“Pesan kami kepada seluruh santri dengan capaian hafalan Al-Qur’an, dari minimal 5 juz hingga 30 juz, agar tetap menjaganya walau nanti berada di tempat dan situasi berbeda, terutama yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya ilmu dan ketakwaan sebagai pilar utama pendidikan. “Demi Allah, generasi tidak akan berarti tanpa ilmu dan ketakwaan. Ilmu memudahkan hidup, dan ketakwaan membimbingnya menuju keberkahan. Takwa, sebagaimana pesan Ali bin Abi Thalib, adalah mengamalkan ajaran Allah SWT,” jelasnya.
Ketua PDM Kota Metro, Kustono, dalam pesannya menekankan bahwa hafalan bukan sekadar angka, namun kunci utamanya adalah rutinitas dan keistiqomahan. “Tidak penting anak-anak menghafal 30, 20, atau 10 juz, namun yang utama adalah pembiasaan dan ketekunan menjaga hafalan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Ia juga mengajak para wali santri untuk terus mendampingi anak dalam membangun keistiqomahan, terlebih bagi mereka yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi.
“Komunikasi antara orang tua dan anak sangat penting. Cukup menanyakan kabar dan aktivitas masing-masing, itu sudah akan melahirkan kebahagiaan,” tuturnya.

Mewakili Wali Kota Metro, Sekda Bangkit Haryo Utomo menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas keberhasilan para santri.
“Keberhasilan hari ini adalah buah dari kerja keras, doa tiada henti, dan dukungan orang tua. Ponpes Muhammadiyah At-Tanwir tidak hanya mencetak penghafal Al-Qur’an, tetapi juga calon pemimpin umat yang berakhlak mulia, memiliki wawasan kebangsaan, dan semangat membangun negeri,” ungkapnya.
Ia berpesan agar Al-Qur’an dijadikan pedoman dalam kehidupan. “Hafalan kalian adalah amanah. Jadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi. Teruslah belajar dan menjadi cahaya di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Motivasi turut disampaikan oleh Ustadz Imam Muntaha, founder Cahaya Multazam. Ia menekankan pentingnya kecerdasan spiritual sebagai kunci kesuksesan sejati.
“Banyak lulusan mengejar gaji dan eksistensi diri, namun sejatinya kesuksesan akan hadir jika niat utama adalah memberi kontribusi untuk umat,” tuturnya.
Ia juga mengajak santri untuk memiliki impian besar dan niat mulia dalam belajar. “Pastikan kalian tidak hanya belajar untuk pekerjaan layak, tetapi untuk berkontribusi terbaik kepada Allah SWT,” tambahnya.
Kepada para orang tua, Ustadz Imam Muntaha berpesan agar terus mendoakan anak-anak. “Ayah Bunda, doakan anak-anak dalam setiap sujud. Insyaallah, mereka akan menjadi generasi yang memberikan pengabdian terbaik untuk Allah SWT,” tutupnya. (hasif)

