METRO-Maraknya tindak kekerasan atau perundungan (bullying) pada lembaga pendidikan baik itu sekolah, madrasah, pondok pesantren ataupun lembaga pendidikan non formal memicu Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP2M) PWM Lampung untuk menyelenggarakan kegiatan untuk meminimalisir hal tersebut.

Bertempat di Gedung Dakwah PDM Kota Metro, Sabtu, 30 Maret 2024, MA Muhammadiyah Metro berkesempatan menjadi tuan rumah dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan Tindakan Kekerasan di lingkungan Pondok Pesantren Muhammadiyah Se-Provinsi Lampung. Kegiatan ini diikuti kurang lebih 100 peserta dari berbagai pondok pesantren Muhammadiyah yang ada di Provinsi Lampung.

Sekretaris LP2M PDM Kota Metro, M. Arqom, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat positif dan perlu apresiasi karena hal ini akan berdampak positif bagi para Asatidz dan siswa.

“Sebab dengan pengetahuan yang didapat dalam kegiatan sosialisasi ini akan mampu meminimalisir dan bahkan mencegah tindakan perundungan atau bullying, di lingkungan pondok pesantren.” Terangnya.

Ketua LP2M PWM Lampung Ust. Mansur Mubarok, yang juga sebagai mudir salah satu pondok pesantren Muhammadiyah mempunyai pengalaman tentang tindak kekerasan atau perundungan yang terjadi di Pondok Pesantren yang beliau asuh.

“Bahkan tindakan penyimpangan seksual pun bisa terjadi di lingkungan pondok pesantren baik itu yang dilakukan oleh santri atau bahkan Asyatidznya,” menurut Ketua LP2M PWM Lampung ustadz.

Menurut Mansur, kegiatan ini sangat sangat penting, maka jangan sampai terjadi pada pondok pesantren yang ada di lingkungan persyarikatan Muhammadiyah.

“Pondok Pesantren Muhammadiyah sudah selayaknya memberi kan rasa senang, nyaman dan aman bagi para santri yang sedang menuntut ilmu sebagai bekal kehidupan di dunia dan akhirat,” pungkasnya.

Dalam kegiatan ini juga hadir sebagai pemateri utama, Eko Yuono, ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lampung Tengah. Semua peserta sangat antusias dalam mengikuti materi yang disampaikan.

Diharapkan akan mampu memberikan dapat positif dan memberikan wawasan bagaimana melakukan tindakan pencegahan tindakan kekerasan di lingkungan Pondok Pesantren, khususnya di Lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah.

Kegiatan ini juga dikemas dengan iftor jami’ah ramadhan. Hal ini menambah keakraban antara para Asatidz yang hadir mengikuti kegiatan tersebut. Para Asatidz bisa saling bertukar pengalaman dan saling berbagi tips atau solusi dalam setiap permasalahan yang pernah dialami oleh Pondok Pesantren di lingkungan masing-masing yang diasuhnya.

Selain itu kegiatan ini juga akan menjadi sebuah kegiatan yang berkesinambungan sehingga Pondok Pesantren Muhammadiyah yang ada di provinsi Lampung ini semakin menjadi pilihan masyarakat karena memberikan pelayanan yang baik terhadap para santrinya.

Mr. Rius

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.