METRO-Menyikapi isu-isu yang berkembang, Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung gelar Halaqoh Tarjih II, yang memutuskan 3 pernyataan sikap dan 7 kriteria pimpinan nasional.
Acara bertema “Menguatkan Manhaj Tarjih dalam Fiqih Memilih pemimpin.” Berlangsung secara luring dan daring/virtual di Aula SMK Muhammadiyah 1 Metro, Sabtu 20 Januari 2024.
Sebagai narasumber dalam acara tersebut: Ustadz, Dr. Sujino, M.Pd.I., Dr. Bowo, MA, Syahid Abdullah, Lc. ME, dan Ketua Majelis Tarjih, Dr. Bairus Salim, M.Pd.I.
Dr. Sujino, M.Pd.I., Wakil Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung, dalam sambutannya mengatakan, hasil kegiatan Halaqoh Tarjih II adalah untuk menguatkan Manhaj Tarjih dalam memilih pemimpin.
“Wajib hukumnya bagi warga Muhammadiyah untuk memilih pemimpin melalui mekanisme pemilihan umum yang diselenggarakan oleh negara,” ungkapnya.
Menurutnya, Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 merupakan momentum memperbaiki kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara sekaligus penentu arah perjalanan selanjutnya bangsa Indonesia.
“Untuk kriteria Pemimpin Nasional berdasarkan kesepakatan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, berjiwa religius, taat beribadah dan berintegritas tinggi serta sejalan antara kata dan perilaku, memiliki visi dan karakter kuat sebagai negarawan, yang mengutamakan kepentingan bangsa dan negara ketimbang diri sendiri, partai politik dan kroni serta berani mengambil keputusan strategis dalam memecahkan masalah krusial bangsa, dengan tetap menghormati dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab,” terang Sujino, yang juga Direktur Pontren Attanwir Muhammadiyah Metro.

Ia menuturkan, pemimpin Bangsa Indonesia harus mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, tegas dalam melakukan pemberantasan korupsi, penegakkan hukum serta penyelamatan aset dan kekayaan negara.
“Menjaga kewibawaan dan kedaulatan nasional dari berbagai ancaman di dalam dan di luar negeri, memiliki strategi perubahan yang membawa pada kemajuan bangsa serta berkomitmen terhadap aspirasi politik umat Islam dan mewujudkan Indonesia yang berkemajuan,” terangnya.
“Sekalipun pilihan berbeda mari tetap jaga ukhuwah sesama anak bangsa dan keluarga Persyarikatan Muhammadiyah, mari kita gaungkan pemilu damai, jurdil, anti politik uang dan anti kecurangan. Saya berharap kepada penyelenggara pemilu untuk bersikap profesional, dan kepada penegak hukum untuk bersikap netral,” pungkasnya.
Menurut Ustadz Burhan Isro, MA. Sekretaris Majelis Tarjih, kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari beberapa sponsor yang turut mensukseskan, antara lain: SMK Muhammadiyah 1 Metro, SD Muhammadiyah Metro Pusat, SMP dan SMA Mu Ahmad Dahlan, SMP Muhammadiyah 1 Metro, SMA Muhammadiyah 1 Metro, dan Pondok Attanwir. Juga turut andil beberapa sponsor dari luar amal usaha Muhammadiyah, antara lain: PB SWALAYAN, boardir Scout dan Roti Surya.
“Terimakasih atas dukungan semua pihak, atas suksesnya kegiatan Halaqoh Tarjih II, semoga membawa kebaikan,” ungkapnya. (ims)
Berikut hasil keputusan dari Halaqoh Tarji II PWM Lampung:
HASIL KEGIATAN HALAQOH TARJIH II MENGUATKAN MENHAJ TARJIH DALAM MEMILIH PEMIMPIN PADA SMK MUHAMMADIYAH 1 METRO
PERNYATAAN SIKAP MAJELIS TARJIH DAN TAJDID PIMPINAN WILAYAH MUHAMMADIYAH LAMPUNG
- Wajib hukumnya bagi warga Muhammadiyah untuk memilih pemimpin melalui mekanisme pemilihan umum yang diselenggarakan oleh negara.
- Pemilihan umum (Pemilu) tahun 2024 merupakan momentum memperbaiki kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara sekaligus penentu arah perjalanan selanjutnya bangsa Indonesia.
- Kriteria pemimpin nasional berdasarkan kesepakatan pimpinan pusat Muhammadiyah
MENGENAI KRITERIA PEMIMPIN NASIONAL YAKNI SEBAGAI BERIKUT
- Berjiwa religius, taat beribadah dan berintegritas tinggi serta sejalan antara kata dan perilaku;
- Memiliki visi dan karakter kuat sebagai negarawan, yang mengutamakan kepentingan bangsa dan Negara ketimbang diri sendiri, partai Politik dan kroni;
- Berani mengambil keputusan strategis dalam memecahkan masalah krusial bangsa, dengan tetap menghormati dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab;
- Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, tegas dalam melakukan pemberantasan korupsi, penegakkan hukum serta penyelamatan aset dan kekayaan negara;
- Menjaga kewibawaan dan kedaulatan nasional dari berbagai ancaman di dalam dan di luar negeri;
- Memiliki Strategi perubahan yang membawa pada kemajuan bangsa, dan
- Berkomitmen terhadap aspirasi Politik umat Islam dan mewujudkan Indonesia yang berkemajuan.

