METRO — Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) bersama PT MSI menggelar workshop penyusunan outline buku sejarah perjalanan PT MSI di ruang rapat setempat, Rabu sore (17/9/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen mendokumentasikan rekam jejak Badan Usaha Muhammadiyah di Kota Metro.
Acara tersebut dihadiri Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Metro yang membidangi MPI, Prof. Dr. Mukhtar Hadi, M.Si., jajaran direksi dan komisaris PT MSI, jajaran pengurus MPI, yang juga terdiri dari dosen Pendidikan Sejarah Universitas Muhammadiyah (UM) Metro.
Dalam sambutannya, Prof. Mukhtar Hadi menyampaikan bahwa gerakan penulisan sejarah AUM terus didorong agar setiap unit usaha memiliki catatan rekam jejak yang terstruktur dan faktual.
“Sejauh ini, AUM di Kota Metro yang sudah memiliki catatan sejarah baru rumah sakit dan perguruan tinggi, sedangkan untuk sekolah-sekolah baru mulai dikerjakan. Ia juga menyoroti kendala utama dalam penulisan sejarah AUM selama ini, yakni minimnya ketersediaan data, dokumentasi, dan penelusuran historis.
“Sejarah akan menjadi bahan bacaan dan bentuk bakti kita kepada para pendahulu, sekaligus pedoman arah pengembangan ke depan. Harapannya, penulisan buku PT MSI ini dapat segera diselesaikan sehingga bisa meluncurkan catatan sejarah yang betul-betul faktual,” tambahnya.
Sementara itu, tim penyusun, Dr. Kian Amboro, memaparkan draf outline buku yang direncanakan terdiri dari 8 bab. “Sebagaimana buku sejarah pada umumnya, Bab 1 akan memuat aspek metode penelitian. Berbagai masukan dari internal PT MSI maupun MPI akan kita himpun untuk merapikan draf ini, sebelum dilanjutkan dengan pembagian tim penulisan,” jelasnya.
Direktur Utama PT MSI, Slamet Tedy Siswoyo, menyampaikan apresiasinya atas sinergi yang terjalin dengan MPI. Ia berharap buku ini mampu memperlihatkan dinamika perjalanan Muhammadiyah, khususnya pada aspek pengembangan ekonomi.
“Terima kasih kepada tim MPI yang telah membantu penyusunan buku perjalanan PT MSI. Kami menargetkan buku ini dapat resmi diluncurkan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mendatang,” pungkas Slamet.
Diskusi pada workshop menyusunan outline buku berjalan dengan dinamis, banyak masukan-masukan yang disampaikan dari peserta untuk memperkuat narasi buku agar menjadi bacaan yang menarik dan inspiratif. (ims)

