Jumat, September 11, 2026
BerandaAUMUM Metro Gelar Baitul Arqam 2026, Teguhkan Ideologi dan Komitmen Dosen serta...

UM Metro Gelar Baitul Arqam 2026, Teguhkan Ideologi dan Komitmen Dosen serta Tendik

METRO, LAMPUNG — Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) menggelar Baitul Arqam (BA) bagi dosen dan tenaga kependidikan (tendik) tahun 2026, Jumat–Sabtu, 11–12 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan UM Metro tersebut mengusung tema “Meneguhkan Komitmen dan Integritas Bermuhammadiyah untuk Kemajuan Universitas Muhammadiyah Metro.”

Sebanyak 66 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 47 dosen dan 19 tenaga kependidikan. Ketua Panitia BA 2026, Febriyanto, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan pemahaman peserta terhadap nilai-nilai Islam dan ideologi Muhammadiyah.

“Kegiatan ini diikuti 66 peserta, terdiri dari 47 dosen dan 19 karyawan. Alhamdulillah, kegiatan yang sebelumnya direncanakan dapat terealisasi dan dilaksanakan selama dua hari,” ujar Febriyanto dalam pembukaan kegiatan, Jumat (11/9/2026).

Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung, Ma’ruf Abidin, M.Si., menegaskan bahwa Baitul Arqam merupakan proses memasukkan dan memperkuat ideologi persyarikatan di lingkungan UM Metro.

Menurutnya, Muhammadiyah merupakan sebuah gerakan sehingga seluruh unsur di dalamnya harus terus bergerak dan dikelola dengan baik. “Muhammadiyah sebuah gerakan. Maka Muhammadiyah selalu bergerak. Jangan sampai ada plang ranting, tetapi tidak bergerak. Maka perlu dikelola dengan baik,” jelasnya.

Ia menambahkan, Muhammadiyah merupakan gerakan Islam yang menjalankan dakwah amar makruf nahi munkar. Salah satu instrumen dakwah tersebut adalah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Karena itu, siapa pun yang berada di dalam AUM pada hakikatnya menjadi bagian dari instrumen dakwah Muhammadiyah.

“Peserta Baitul Arqam merupakan dai. Muhammadiyah berusaha memuhammadiyahkan warganya, dalam hal ini di PTMA, khususnya UM Metro,” katanya.

Ma’ruf menyebut BA sebagai pintu pertama untuk memberikan pemahaman tentang Muhammadiyah sekaligus menjadi upaya UM Metro menanamkan visi, misi, dan ideologi persyarikatan. Ia juga mengingatkan kaidah pengelolaan AUM, bahwa pengelola AUM merupakan anggota Muhammadiyah, warga negara Indonesia, serta menyetujui Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah.

Rektor UM Metro, Nyoto Suseno, mengatakan Baitul Arqam juga menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas diri, memperkuat semangat berdakwah, serta mempererat ukhuwah antara dosen dan tenaga kependidikan.

Menurutnya, peserta diharapkan bersungguh-sungguh mengambil nilai dari seluruh rangkaian kegiatan. Selain pembelajaran, peserta juga akan menjalani kegiatan menginap di kelas sebagai bentuk latihan kesederhanaan, saling memahami, dan menumbuhkan kepedulian.

“Melalui Baitul Arqam ini kita berupaya mencerahkan diri sendiri dan mempererat ukhuwah antara dosen dan karyawan,” ungkapnya.

Selama dua hari, peserta mendapatkan berbagai materi keislaman, Kemuhammadiyahan, organisasi, akhlak, serta penguatan peran AUM sebagai instrumen dakwah dan pusat kaderisasi. (Munu)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini