Jumat, September 11, 2026
BerandaAUMGelar FGD Penulisan Sejarah, MTs Muhammadiyah Metro Selamatkan Aset Berharga

Gelar FGD Penulisan Sejarah, MTs Muhammadiyah Metro Selamatkan Aset Berharga

METRO — Penulisan sejarah sekolah dan madrasah Muhammadiyah/’Aisyiyah memasuki babak baru dengan digelarnya Focus Group Discussion (FGD) perdana di MTs Muhammadiyah Metro, Selasa (7/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula setempat ini menjadi langkah nyata dalam mendokumentasikan rekam jejak perjalanan lembaga pendidikan tersebut.

Acara dihadiri oleh Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) PDM Kota Metro, Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) beserta jajaran, tim dosen pendamping dari Prodi Pendidikan Sejarah UM Metro, guru dan karyawan MTs Muhammadiyah Metro, serta perwakilan tim penulis dari sekolah lain.

Kepala MTs Muhammadiyah Metro, Eko Sumanto, menjelaskan bahwa madrasah ini memiliki sejarah panjang sejak berdiri pada tahun 1956. Berawal dari Sekolah Guru Menengah (SGM), lembaga ini berubah menjadi Pendidikan Guru Agama (PGA) 6 Tahun. Pada tahun 1983, menyusul kebijakan pemerintah yang membatasi status PGA hanya untuk sekolah negeri, Muhammadiyah mengambil langkah strategis dengan mengalihkan bentuk sekolah menjadi Madrasah Tsanawiyah (MTs).

“Terima kasih kepada Mbok Rahmah dan tim penulis yang telah menelusuri sumber, melakukan wawancara, hingga berhasil membukukan jejak-jejak tarbawi ini. Semoga buku sejarah ini dapat mengenang kebaikan para pejuang pendahulu serta menjadi ikhtiar pembelajaran bagi generasi mendatang,” ujar Eko.

Ketua MPI PDM Kota Metro, Imam Sapi’i, mengapresiasi MTs Muhammadiyah Metro yang menjadi sekolah tercepat dalam menyelesaikan naskah buku dan menggelar FGD, meskipun memiliki rentang sejarah paling panjang.

“Narasi sejarah yang ditulis ini merupakan aset berharga yang harus dijaga untuk menghargai perjuangan para tokoh terdahulu sekaligus menjadi inspirasi generasi saat ini dan masa depan,” kata Imam. Ia juga menyampaikan terima kasih atas fasilitasi Majelis Dikdasmen & PNF serta pendampingan akademis dari dosen Prodi Sejarah UM Metro.

Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PDM Kota Metro, Drs. M. Jaeni, M.PFis., menegaskan bahwa penyusunan sejarah sekolah merupakan bentuk inovasi kreatif menuju indikator sekolah unggul, berprestasi, dan berkualitas. Program kolaborasi antara sekolah, FKIP UM Metro, serta ortom Muhammadiyah ini mengusung semangat Jasmerah (Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah).

Melalui penulisan sejarah ini, profil sekolah tidak hanya menampilkan data formal sederhana, tetapi juga merekam rekam jejak perjuangan, menjaga arah keberlanjutan kepemimpinan, dan menyediakan warisan literasi bagi generasi penerus.

Seluruh draf naskah sejarah ditargetkan masuk tahap peninjauan (review) dan evaluasi pada awal November, sebelum disiapkan untuk peluncuran resmi (launching) pada Peringatan Hari Guru Nasional, 25 November 2026 mendatang. (ims)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini