Senin, September 7, 2026
BerandaBeritaBelajar dari Masjid Sejuta Pemuda Sukabumi, PCM Metro Barat Bidik Model Masjid...

Belajar dari Masjid Sejuta Pemuda Sukabumi, PCM Metro Barat Bidik Model Masjid Ramah Generasi Muda

SUKABUMI — Masjid tidak harus identik dengan suasana yang kaku dan berjarak dengan anak muda. Masjid Sejuta Pemuda Sukabumi membuktikan bahwa rumah ibadah dapat dikemas menjadi ruang peradaban yang dekat, kreatif, dan relevan dengan kehidupan generasi muda. Konsep inilah yang menjadi perhatian Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Metro Barat saat melakukan kunjungan ke Masjid Sejuta Pemuda Sukabumi, Ahad (6/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian study tiru PCM Metro Barat bersama Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Metro Barat untuk menggali berbagai praktik baik dalam pengelolaan masjid, khususnya dalam membangun keterlibatan generasi muda.

Ketua Masjid Sejuta Pemuda, Muhammad Sanusi, menyampaikan bahwa masjid tersebut mulai hadir pada momentum Ramadan 1444 Hijriah atas izin Allah SWT. Masjid ini berdiri di Sukabumi, Jawa Barat, yang dikenal sebagai salah satu daerah dengan kehidupan pesantren dan keislaman yang kuat.

“Nama Masjid Sejuta Pemuda diambil dari jumlah pemuda di Sukabumi yang saat ini mencapai sekitar 1,3 juta orang. Nama ini sekaligus menjadi doa, semoga Allah mengizinkan masjid ini menebar sejuta manfaat ke seluruh pelosok dunia,” ujarnya.

Masjid Sejuta Pemuda mengusung visi “Menjadi role model dunia masjid peradaban 5.0 yang digerakkan pemuda.” Visi tersebut diterjemahkan melalui lima misi utama, yakni Ketaatan, Keteladanan, Kepedulian, Kemandirian, dan Persaudaraan.

Menariknya, sebagian besar pengurus masjid merupakan anak muda. Saat ini terdapat sekitar 90 orang pengurus dengan rentang usia 20–30 tahun. Keterlibatan generasi muda menjadi kekuatan utama dalam menghidupkan berbagai program masjid.

Beragam inovasi dilakukan untuk mengajak pemuda mendekat ke masjid. Salah satunya menyediakan fasilitas cafe gratis sebagai ruang berkumpul dan berinteraksi, mendengarkan keluh kesah dan permasalahan pemuda. Pengajian juga dikemas dengan nuansa kekinian agar generasi muda tidak merasa antipati terhadap kegiatan keagamaan.

Tidak hanya pengajian, kegiatan kreatif seperti live music, pembacaan puisi dan Stand up comedy juga sesekali digelar. Bahkan, setiap malam Senin, kegiatan pengajian ditiadakan dan digantikan dengan mini soccer sebagai sarana membangun kebersamaan dan kedekatan antarpemuda.

Bagi PCM Metro Barat, pengalaman tersebut menjadi inspirasi penting bahwa membangun kemakmuran masjid membutuhkan pendekatan yang mampu menjawab kebutuhan generasi zaman. Masjid bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat pembinaan pemuda, persaudaraan, kreativitas, dan pemberdayaan masyarakat.

Kunjungan ini menjadi bekal bagi PCM dan PRM se-Metro Barat untuk mengembangkan masjid dan ranting unggulan, sekaligus menghadirkan ekosistem dakwah Muhammadiyah yang semakin dekat dengan generasi muda dan memberikan ruang buat pemuda. (Mas Triez)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini