Sabtu, Agustus 29, 2026
BerandaAUMTrans-Pacific Dialogue di MA Muhammadiyah Metro, Buka Wawasan Siswa tentang New Caledonia

Trans-Pacific Dialogue di MA Muhammadiyah Metro, Buka Wawasan Siswa tentang New Caledonia

METRO, LAMPUNG — MA Muhammadiyah Metro menggelar Trans-Pacific Dialogue bertema “Nusantara to Noumea: Menjaga Akar, Meretas Batas” pada Jumat (28/8). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–10.30 WIB tersebut diikuti antusias oleh siswa-siswi MA Muhammadiyah Metro.

Pada pembukaan kegiatan, dua narasumber, Mister Ardi Panatte dan Miss Chetrine Adi, disambut melalui prosesi penyematan kain tapis. Prosesi tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus bentuk pengenalan budaya Lampung kepada tamu dari New Caledonia, wilayah Prancis di kawasan Pasifik.

Dalam kegiatan tersebut, Mister Ardi Panatte dan Miss Chetrine Adi berbagi pengalaman mengenai kehidupan masyarakat, keberagaman budaya, serta nilai-nilai yang dapat menjadi jembatan untuk saling mengenal di tengah perbedaan latar belakang dan budaya.

Trans-Pacific Dialogue dikemas dalam bentuk dialog yang dipandu moderator. Para narasumber menyampaikan pengalaman dan pandangan mengenai kehidupan serta budaya di New Caledonia. Sementara itu, siswa mendapat kesempatan untuk mengenal perspektif masyarakat dari latar budaya yang berbeda.

Di sela kegiatan, Tim Jurnalistik MA Muhammadiyah Metro juga mewawancarai Mister Ardi Panatte untuk menggali perjalanan panjangnya di dunia musik. Ia mengungkapkan bahwa dirinya mulai bermusik sejak usia 15 tahun sebagai pemain gitar dan memperoleh penghasilan dari aktivitas tersebut.

Mister Ardi juga pernah tampil di panggung Najlem. Memasuki usia 20 tahun, ia mulai bernyanyi dan hingga kini musik tetap menjadi salah satu hobi yang ditekuninya. Ketika ditanya mengenai karya yang paling istimewa, ia menyebut lagu “Nuvelkalidoni” sebagai salah satu karya yang paling dikenal.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Selain memperoleh wawasan mengenai kehidupan dan budaya di New Caledonia, para peserta juga diajak untuk terbuka terhadap perbedaan serta mengenal dunia yang lebih luas dengan tetap mempertahankan nilai dan budaya sebagai identitas.

Dalam dialog tersebut, Mister Ardi Panatte berpesan kepada para siswa agar terus belajar dan mempersiapkan diri untuk masa depan. Ia menekankan bahwa perbedaan tempat tinggal maupun budaya tidak menghilangkan persamaan sebagai manusia.

“Negeri yang indah, manusia yang baik, dan harapan yang tulus. Hari terasa hangat, kita semua sama. Meski tinggal di Prancis pun hakikatnya serupa, Tuhan itu satu. Belajarlah dengan rajin, majulah supaya kelak mampu memenuhi kebutuhan hidup,” ujar Mister Ardi Panatte.

Trans-Pacific Dialogue menjadi ruang bagi siswa MA Muhammadiyah Metro untuk memperluas wawasan mengenai kehidupan dan budaya masyarakat di kawasan Pasifik. Kegiatan tersebut juga mendorong siswa untuk mengenal keberagaman, menghargai perbedaan, serta mempersiapkan diri menghadapi dunia yang semakin terhubung.

Melalui kegiatan bertema “Nusantara to Noumea: Menjaga Akar, Meretas Batas”, MA Muhammadiyah Metro memberikan pengalaman belajar yang mempertemukan siswa dengan perspektif budaya dari luar Indonesia.(A.K.N)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini