Oleh: Imam Sapi’I, M.Pd.
Ketua MPI PDM Kota Metro, Mantan Ketua PD IPM Kota Metro Periode 2002-2004
Ikatan Pelajar Muhammadiyah yang dulu juga pernah berganti nama Ikatan Remaja Muhammadiyah di Metro memiliki sejarah yang panjang jika secara historis disambungkan dari perjalanan eks Lampung Tengah Lama. Sebenarnya tidak bisa dipisahkan karena bukan hanya lahirnya Metro dari pemekaran Lampung Tengah Lama, tapi karena letak IPM Lampung Tengah Lama posisi sekretariatnya berada di Metro, seluruh aktivitas banyak di Metro.
Pemekaran PD IPM Lampung Tengah disepakati pada Silaturahmi Pimpinan Daerah (Silampida) di Universitas Muhammadiyah Metro, tahun 1999. Pada momentum tersebut disepakati bahwa Pimpinan Daerah Ikatan Remaja Muhammadiyah dimekarkan menjadi tiga daerah sesuai nomenklatur pemerintahan: PD IPM Lampung Tengah baru, PD IPM Lampung Timur, dan PD IPM Kota Metro. Masing-masing ditunjuk tim untuk menyukseskan pelaksanaan musda memilih kepengurusan baru. Selain itu PD IPM Lampung Timur semuanya akan memulai dari yang baru, sedangkan Lampung Tengah mendapatkan stempel dan Kota Metro mendapatkan semua perangkat kepengurusan, kantor, dll.
Penulis saat itu masih usia SMA, kurang memahami dari semua keputusan-keputusan yang dihasilkan. Selain pembagian 3 daerah tersebut, ada juga beberapa hal yang diputuskan di antaranya PD IPM Kota Metro kewenangannya diserahkan 2 cabang dari Lampung Timur yakni PC IPM Pekalongan dan Wonosari. Sedangkan Lampung Tengah satu cabang yakni cabang Trimurjo diserahkan kepada Metro. Hal ini dilakukan mungkin dengan beberapa pertimbangan di antaranya karena Metro hanya memiliki 1 cabang Metro Raya, selain itu ketiga cabang tersebut secara geografis lebih dekat dengan Metro.
Pembinaan cabang yang diserahkan ke Metro berlangsung beberapa periode, sehingga sekitar tahun 2006 Metro memekarkan cabangnya menjadi PC IPM Metro Pusat dan Metro Barat, baru kemudian sekitar tahun 2023 Metro Barat dimekarkan menjadi Metro Barat dan Selatan. Serta sejak tahun 2006 diputuskan ketiga cabang di luar Metro diserahkan ke masing-masing daerah sesuai lingkup pemerintahan. Untuk periodisasi penulis secara keputusan tidak tahu persis, akan tetapi dalam perjalanan Musyawarah Daerah, Kota Metro melanjutkan periodisasi dan kedua daerah memulai dari yang baru. Perjalanan PD IPM Kota Metro sebagai daerah yang baru tapi meneruskan relatif stabil karena SDM yang dibutuhkan cukup dan daerah yang tidak terlalu luas relatif lebih mudah.
Lalu bagaimana dengan perjalanan kedua daerah hasil pemekaran, Lampung Tengah dan Lampung Timur? Keduanya ternyata memiliki kendala yang cukup serius. Pasca-Musda pertama itu, keduanya dapat melaksanakan pergantian kepemimpinan 4 tahun kemudian atau setelah Metro 2 kali melaksanakan Musda. Problematikanya mungkin disebabkan luas cakupan daerah, SDM, dan basis kegiatan sehingga menyulitkan untuk koordinasi. Kondisi itu jauh berbeda dengan sekarang yang akses informasi dan transportasi pribadi jauh lebih mudah.
Terkait hasil Silampida sepertinya juga menetapkan keberlanjutan periodisasi diteruskan oleh IPM Kota Metro, sedangkan kedua daerah mulai dari yang baru. Maka PD IPM Kota Metro periode pertama menyatakan sebagai keberlanjutan dengan melaksanakan Musyawarah Daerah yang ke-11 dengan ketua, Horo Wahyudi. Sedangkan Lampung Timur sebagai ketua Purnomo Sidik dan Lampung Tengah, Daenuri. Dalam perjalanannya ketiga daerah sampai tahun 2026 cenderung sudah berjalan dengan baik, kepemimpinan, kaderisasi dapat berkembang.
Kali ini Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah resmi menyelenggarakan Musyawarah Daerah dan telah terpilih kepengurusan baru, 15–16 Agustus 2026. Ada hal yang mengejutkan bagi penulis, musyda yang ke-13, padahal jika masih menggunakan periodesasi Lampung Tengah Lama maka tahun 2026 ini Musyda ke-23. Penulis kemudian mencoba mencari informasi kapan periodisasi itu berubah, ketemu periode 2006–2008 menyatakan tidak tahu, ketua 2017–2019 menyatakan masih mengikuti periode Lampung Tengah lama. Dimungkinkan perubahan itu terjadi setelah periode 2019.
Lalu apa masalahnya? Tentu untuk saat ini tidak akan terjadi masalah apa-apa, kan hanya periodisasi. Toh para alumni juga tidak tahu kalau tidak diberi tahu, atau mungkin maklum, atau tidak mempedulikannya. Mungkin malu, kalau sampai alumni senior terus tanya-tanya.
Tapi, ada persoalan pada sisi historis. Lama-kelamaan akan hilang sejarah periodisasinya, hilang dari ingatan dan hilang dari literasi kesejarahan. Metro hanya akan mengingat periode pertama tahun 2000 dan dua daerah juga sama. Periode Lampung Tengah lama berhenti pada tahun 2000.

