Sabtu, Agustus 8, 2026
BerandaBeritaPerkuat Narasi Sejarah, Tiga Utusan Muhammadiyah Lampung Ikuti ASM Batch II di...

Perkuat Narasi Sejarah, Tiga Utusan Muhammadiyah Lampung Ikuti ASM Batch II di Surabaya

SURABAYA — Tiga utusan Muhammadiyah dari Provinsi Lampung bertolak ke Surabaya untuk mengikuti Akademi Sejarah Muhammadiyah (ASM) Batch II. Kegiatan tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah ini berlangsung selama lima hari, pada 7–11 Agustus 2026.

Ketiga utusan tersebut adalah Kian Amboro (mewakili MPI PWM Lampung), Johan Setiawan (Dosen Sejarah UM Metro), dan Imam Sapi’i (MPI PDM Kota Metro sekaligus sejarawan lokal Muhammadiyah).

Melalui pelatihan ini, Kian Amboro berharap dapat lebih memahami alasan mendasar mengapa sejarah persyarikatan penting untuk didokumentasikan secara rasional. Menurutnya, penulisan sejarah tidak sekadar mencatat peristiwa masa lalu, tetapi juga untuk mendapatkan gambaran secara makro, menyelamatkan aset, meng-counter narasi negatif, serta mempertegas identitas kebesaran Muhammadiyah.

“Faktanya, sekarang kita jadi tahu bahwa Muhammadiyah itu sangat besar, tetapi yang baru kita catat masih sedikit,” ujar Kian.

Ia menambahkan, gerakan ini bertujuan menguatkan tradisi sejarah yang telah tertanam sejak awal berdirinya organisasi. Selain itu, ajang ini menjadi ruang berbagi strategi dan memperoleh best practices dari PWM se-Indonesia.

Kian menekankan pentingnya menginventarisasi warisan (heritage) Muhammadiyah melalui prinsip 3P: Paper (dokumen, naskah, dan catatan tertulis), People (tokoh-tokoh pelaku sejarah) dan Place (situs dan tempat bersejarah)

“Ketiganya sangat penting dan saling berkaitan satu sama lain,” tegasnya.

Terkait pengembangan sejarah Muhammadiyah di Lampung, Kian menjelaskan bahwa pihaknya akan terus melanjutkan upaya sosialisasi penulisan di tingkat cabang dan ranting. Saat ini, sebaran riset sejarah masih terfokus di Kota Metro sehingga perlu diperluas ke berbagai daerah, organisasi otonom (ortom), Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), hingga para tokoh lokal.

“Kami akan mengadaptasi strategi sesuai kondisi daerah dan cabang setempat, sekaligus memetakan serta menginventarisasi potensi warisan sejarah Muhammadiyah di wilayah Lampung,” lanjut Kian.

Senada dengan hal tersebut, Imam Sapi’i merasa bersyukur dapat berpartisipasi dalam agenda ini. Menurutnya, materi yang disajikan sangat berbobot dan relevan untuk kebutuhan pengembangan sejarah Muhammadiyah di Lampung.

“Pemateri yang menyampaikan materi merupakan para akademisi dan dosen yang sangat berpengalaman di bidangnya,” puji Imam.

Rangkaian kegiatan ASM Batch II diikuti oleh 25 peserta terpilih yang mewakili Zona Barat, Tengah, dan Timur Indonesia. Selama lima hari, para peserta mengikuti beragam agenda intensif, antara lain:

  • Penyampaian Materi Metodologi Sejarah: Pembekalan teknis penulisan dan riset sejarah lokal yang sistematis serta akurat secara ilmiah.
  • Diskusi & Praktik Program: Penyusunan skema riset dan pembuatan peta jalan (roadmap) penulisan sejarah di daerah masing-masing.
  • Kunjungan Lapangan (Field Trip): Observasi langsung ke sejumlah situs dan rekam jejak peninggalan sejarah persyarikatan di Kota Surabaya.
  • Konsolidasi Akademis: Inisiasi pembentukan Asosiasi Program Studi Sejarah di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). (ims)
BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini